Nyamuk Demam Berdarah (Shutterstock)
Dream - Penyakit demam berdarah dengue (DBD) kembali merebak di berbagai provinsi di Indonesia. Diketahui dalam tiga bulan terakhir, Jawa Timur, Sulawesi Utara, dan Jawa Barat jadi provinsi dengan peringkat kasus DBD tertinggi hingga akhir Januari 2019.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid.
Penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti ini kembali merebak karena faktor cuaca dan lingkungan yang kurang bersih.
Untuk itu lakukan empat hal ini agar seluruh anggota keluarga terlindungi dengan maksimal.
1. Pastikan rumah bebas dari jentik dan sarang nyamuk
" Harus dimulai dari kita sendiri, penularannya kan di rumah. Jadi harus memastikan rumah bebas nyamuk. Harus dibersihkan dan tidak ada jentik nyamuk di rumah," kata Nadia saat dihubungi Health-Liputan6.com.
Perhatikan penampungan air di rumah. Jika ada jentik segera kuras, singkirkan juga tumpukan baju di gantungan yang merupakan tempat favorit nyamuk.
Nyamuk betina Aedes aegypti yang membawa virus dengue menggigit di pagi dan sore hari. Pakai pakaian warna terang yang tak disukai nyamuk.

Pakaian hitam dan warna gelap sangat menarik perhatian nyamuk. Gunakan juga lotion penangkal nyamuk yang banyak dijual bebas baik saat di dalam maupun di luar rumah.
Gejala DBD yang khas itu demam tinggi dan ada bintik merah. Kadang, belum sampai ke bintik merah atau demam hanya sedikit, itu sudah demam berdarah. Maka perlu pemeriksaan darah untuk memastikan apakah DBD atau bukan," kata Nadia.

Jika terjadi demam tinggi dalam 1-2 hari, tak ada salahnya untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Pemeriksaan darah dibutuhkan untuk menganalisis apakah terkena DBD atau tidak.
Hujan yang terus menerus, cuaca yang dingin kerap membuat kondisi tubuh menurun. Perhatikan asupan gizi harian, istirahat dengan cukup dan bila perlu konsumsi suplemen untuk menjaga daya tahan tubuh.
(Sah, Laporan Benedikta Desideria/ Liputan6.com)
Advertisement
Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara

3,3 Juta Lansia Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini yang Terjadi Saat Masuk ke Tubuh

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara


Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Mengapa Kaki Kecil Pernah Dianggap Cantik di China? Sejarah Tradisi Ikat Kaki yang Menyakitkan

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah