Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(c) Shutterstock
Makanan tak hanya hanya bisa membuat perut jadi terasa kenyang, tetapi juga mengandung kalori yang diperlukan tubuh agar lebih berenergi saat beraktivitas sehari-hari. Meski tak ada label angka untuk menandai setiap kalori pada makanan, tetapi kebutuhan kalori bagi tubuh bisa dihitung lho.
Materi menarik inilah yang didapatkan oleh anak-anak kelas 5 saat mengikuti Program Belajar dari Rumah yang diadakan oleh Kemendikbud di TVRI. Seperti apa sih?

Sebelum mulai menghitung jumlah kalori yang diperlukan oleh tubuh dari makanan, Kak Yoana yang menjadi pemandu di episode 44 ini mengajak anak-anak memahami terlebih dulu jumlah kalori yang tersedia dari makanan dalam satu piring saji.
Ada nasi 100 gram atau setara tiga sendok nasi datar senilai 400 kalori. Semangkuk sayuran mengandung 50 kalori. Sementara 40 gram daging, 50 gram ikan segar, 10 butir bakso 100 gram, maupun 1 butir telur masing-masing mengandung 95 kalori. Lalu, untuk buah seperti 100 gram jeruk dan 75 gram mengandung 40 kalori.

Jika sudah memahaminya, baru kemudian menjumlahkannya dengan melihat apa saja makanan yang dipiring. Dengan mencukupi kebutuhan kalori dalam tubuh secara tepat, tubuh pun bisa lebih semangat untuk beraktivitas.
Selain itu, kebutuhan kalori masing-masing orang tak sama. Secara umum jumlah kalori yang dibutuhkan oleh pria 2-3 kali lebih banyak dari kebutuhan kalori perempuan.

Menariknya dalam episode kali ini, Kak Yoana juga mengajak anak-anak kelas 5 untuk belajar memahami kebenaran di balik peristiwa siang dan malam. Benar, matahari ternyata tak dimakan hantu sebagaimana yang diyakini oleh anak-anak, sehingga kalau malam menjadi gelap.
Rupanya ada penjelasan ilmiahnya yang bisa dijelaskan lewat percobaan sederhana. Kak Yohana mengumpamakan bola karet yang sudah digambari dengan peta dunia menggunakan spidol sebagai bumi. Lalu, senter besar diibaratkan sebagai sinar matahari.
Saat sinar matahari di arahkan ke peta India, wilayah tersebut tampak terang atau mengalami siang. Sementara Amerika yang berada di belakangnya, mengalami gelap karena membelakangi matahari, sehingga di sana mengalami malam.
Tak hanya sampai di situ, anak-anak kelas 5 juga diajak berlatih menghitung pengurangan pecahan dengan mengubah soal cerita ke dalam bahasa matematika terlebih dulu. Keseruan Program Belajar dari Rumah yang diadakan oleh Kemendikbud ini bisa diikuti setiap hari Senin-Jumat dari pukul 10.30-11.00 WIB untuk anak kelas 5 hanya di TVRI. (*)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya