Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Infeksi Jamur Pada Kuku. (Source: Shutterstock)
Dream - Biasanya, jamur terdapat pada area kulit seperti tangan, leher, atau kulit kepala. Namun, sebenarnya jamur juga bisa terkena pada kuku. Bahkan, dampak fisiknya lebih berbahaya daripada di area lainnya.
Jamur pada kuku bisa disebabkan oleh penyebaran dari area kulit sekitarnya. Sehingga, jamur pun bisa menyebar dari kulit ke satu atau lima kuku jari sekaligus.
Berdasarkan penuturan Dermatologis, Dia Febrina, jamur pada kuku bisa disebabkan oleh kondisi area di sekitar kuku yang hangat dan lembap. Maka dari itu, tidak heran jika kuku kaki sangat mudah berjamur ketika kamu sering berjalan di dek kolam renang maupun ruang ganti.
Sering berjalan tanpa alas kaki juga bisa menjadi dalang infeksi jamur pada kuku. Berikut beberapa gejala yang dialami ketika mengalami infeksi jamur pada kuku.

1. Bagian kuku berubah menjadi putih, kuning, cokelat, atau warna lainnya. Perubahan warnanya tidak langsung menyebar ke seluruh kuku. Bisa jadi, perubahan tersebut terjadi perlahan-lahan dari bagian ujung kuku.
2. Terdapat serbuk atau puing di bawah kuku. Sehingga, kukumu terlihat seperti sedang mengeropos dan ukurannya berkurang.
3. Kuku mulai terangkat dan tidak menempel kuat pada jari tangan atau kaki.
4. Perubahan tekstur pada kuku yang menjadi kenyal, kering, dan seperti tepung. Ketebalan kuku juga bisa berkurang.
5. Jika menebal, kuku akan terlihat semakin menguning atau kecokelatan dan kerap terkena pada semua kuku.
6. Kuku terbelah atau hancur.
Melihat gejala yang dijelaskan oleh Dia, tentunya infeksi jamur pada kuku tidak bisa disepelekan. Kamu harus segera berkonsultasi pada Dermatologis untuk bisa mengatasi infeksi tersebut dengan cepat dan tepat agar tidak mengganggu penampilan, bahkan aktivitas sehari-hari.
Dream – Jerawat tidak hanya terjadi pada wajah, tapi juga bagian tubuh lainnya. Salah satu yang cukup mengganggu adalah ketika muncul jerawat di bagian ketiak. Namun hati-hati jangan asal menyebut bintik merah di bagian tubuh ini sebagai jerawat.
Ada kalanya, kita juga melihat benjolan di bagian ketiak yang ternyata bukan jerawat. BIasanya benjolan ini terasa sakit dan muncul dalam waktu yang lebih lama daripada jerawat biasa.
MUA Banting Harga Vendor Pernikahan Bikin Warganet Keheranan
Menurut Dermatologis, Arthur Simon, benjolan yang terjadi sesekali bisa jadi hanya merupakan peradangan pada kelenjar rambut akibat iritasi. Kondisi tersebut bisa jadi hanya merupakan jerawat atau bisul yang lama kelamaan akan menghilang dengan sendirinya.
Tapi jika sering terjadi, sebaiknya kamu mulai waspada dengan kondisi kulitmu.
© © Shutterstock
" Soalnya bisa jadi kamu mengalami yang namanya Hidradenitis Suppurativa," tulisnya dalam unggahan di Instagram @dokterkulitkucom. Oleh karena itu, dia menyarankan untuk berkonsultasi pada dermatologis untuk memastikan kondisi kulitmu.
Ditonton 3 Juta Kali! MUA Unggah Perjuangan Mendapat Foto Pengantin Sempurna, Salfok ke Wajahnya
Apalagi, kondisi kulit tersebut umum menyebabkan bekas luka di bawah kulit. Periksalah lipatan tubuh yang berpotensi mengalami Hidradenitis Suppurativa seperti selangkangan dan ketiak. Lalu, konsultasi dengan dermatologis jika sering mendapati benjolan yang terasa sakit di area tersebut.
Mengutip laman Halodoc.com, Hidradentis suppurativa adalah suatu kelainan pada area kulit yang memiliki rambut dan kelenjar keringat. Penyakit ini diawali dengan suatu benjolan kecil sebesar kacang di area pergesekan kulit, seperti ketiak atau lipat paha, yang terasa nyeri atau berisi nanah.
Selanjutnya, saluran nanah terbentuk di bawah permukaan kulit, yang disebut dengan saluran sinus. Saluran sinus menghubungkan area-area benjolan, sehingga memperluas infeksi dan peradangan yang terjadi.
Beberapa komplikasi yang dapat terjadi, antara lain:
(Sah, Laporan: Siti Sarah Al Hafizd)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya