Kenali Gejala Infeksi Jamur Pada Kuku Agar Penampilannya Tetap Terjaga

Reporter : Cynthia Amanda Male
Selasa, 28 Desember 2021 09:12
Kenali Gejala Infeksi Jamur Pada Kuku Agar Penampilannya Tetap Terjaga
Kukumu bisa berubah warna dan hancur, lho.

Dream - Biasanya, jamur terdapat pada area kulit seperti tangan, leher, atau kulit kepala. Namun, sebenarnya jamur juga bisa terkena pada kuku. Bahkan, dampak fisiknya lebih berbahaya daripada di area lainnya.

Jamur pada kuku bisa disebabkan oleh penyebaran dari area kulit sekitarnya. Sehingga, jamur pun bisa menyebar dari kulit ke satu atau lima kuku jari sekaligus.

Berdasarkan penuturan Dermatologis, Dia Febrina, jamur pada kuku bisa disebabkan oleh kondisi area di sekitar kuku yang hangat dan lembap. Maka dari itu, tidak heran jika kuku kaki sangat mudah berjamur ketika kamu sering berjalan di dek kolam renang maupun ruang ganti.

Sering berjalan tanpa alas kaki juga bisa menjadi dalang infeksi jamur pada kuku. Berikut beberapa gejala yang dialami ketika mengalami infeksi jamur pada kuku.

1 dari 3 halaman

Gejala infeksi jamur pada kuku

Infeksi Jamur Pada Kuku© Shutterstock

1. Bagian kuku berubah menjadi putih, kuning, cokelat, atau warna lainnya. Perubahan warnanya tidak langsung menyebar ke seluruh kuku. Bisa jadi, perubahan tersebut terjadi perlahan-lahan dari bagian ujung kuku.

2. Terdapat serbuk atau puing di bawah kuku. Sehingga, kukumu terlihat seperti sedang mengeropos dan ukurannya berkurang.

3. Kuku mulai terangkat dan tidak menempel kuat pada jari tangan atau kaki.

4. Perubahan tekstur pada kuku yang menjadi kenyal, kering, dan seperti tepung. Ketebalan kuku juga bisa berkurang.

5. Jika menebal, kuku akan terlihat semakin menguning atau kecokelatan dan kerap terkena pada semua kuku.

6. Kuku terbelah atau hancur.

Melihat gejala yang dijelaskan oleh Dia, tentunya infeksi jamur pada kuku tidak bisa disepelekan. Kamu harus segera berkonsultasi pada Dermatologis untuk bisa mengatasi infeksi tersebut dengan cepat dan tepat agar tidak mengganggu penampilan, bahkan aktivitas sehari-hari.

2 dari 3 halaman

Hati-hati Jika Ada Benjolan di Ketiak, Bisa Jerawat atau Gejala Penyakit Lebih Parah

Dream – Jerawat tidak hanya terjadi pada wajah, tapi juga bagian tubuh lainnya. Salah satu yang cukup mengganggu adalah ketika muncul jerawat di bagian ketiak. Namun hati-hati jangan asal menyebut bintik merah di bagian tubuh ini sebagai jerawat.

Ada kalanya, kita juga melihat benjolan di bagian ketiak yang ternyata bukan jerawat. BIasanya benjolan ini terasa sakit dan muncul dalam waktu yang lebih lama daripada jerawat biasa.

MUA Banting Harga Vendor Pernikahan Bikin Warganet Keheranan

Menurut Dermatologis, Arthur Simon, benjolan yang terjadi sesekali bisa jadi hanya merupakan peradangan pada kelenjar rambut akibat iritasi. Kondisi tersebut bisa jadi hanya merupakan jerawat atau bisul yang lama kelamaan akan menghilang dengan sendirinya.

Tapi jika sering terjadi, sebaiknya kamu mulai waspada dengan kondisi kulitmu.

3 dari 3 halaman

Komplikasi yang Lebih Parah

Masalah Pada Kulit Ketiak© Shutterstock

" Soalnya bisa jadi kamu mengalami yang namanya Hidradenitis Suppurativa," tulisnya dalam unggahan di Instagram @dokterkulitkucom. Oleh karena itu, dia menyarankan untuk berkonsultasi pada dermatologis untuk memastikan kondisi kulitmu.

Ditonton 3 Juta Kali! MUA Unggah Perjuangan Mendapat Foto Pengantin Sempurna, Salfok ke Wajahnya

Apalagi, kondisi kulit tersebut umum menyebabkan bekas luka di bawah kulit. Periksalah lipatan tubuh yang berpotensi mengalami Hidradenitis Suppurativa seperti selangkangan dan ketiak. Lalu, konsultasi dengan dermatologis jika sering mendapati benjolan yang terasa sakit di area tersebut.

Mengutip laman Halodoc.com, Hidradentis suppurativa adalah suatu kelainan pada area kulit yang memiliki rambut dan kelenjar keringat. Penyakit ini diawali dengan suatu benjolan kecil sebesar kacang di area pergesekan kulit, seperti ketiak atau lipat paha, yang terasa nyeri atau berisi nanah.

Selanjutnya, saluran nanah terbentuk di bawah permukaan kulit, yang disebut dengan saluran sinus. Saluran sinus menghubungkan area-area benjolan, sehingga memperluas infeksi dan peradangan yang terjadi.

Beberapa komplikasi yang dapat terjadi, antara lain:

  • Pembengkakan daerah lain di sekitar area yang terkena, misalnya jika hidradenitis suppurativa terjadi di ketiak, lengan dapat ikut membengkak, akibat dari hambatan aliran cairan getah bening.
  • Gangguan fungsi ginjal dan anemia akibat infeksi kronis.
  • Depresi.
  • Nyeri sendi dan radang sendi.
  • Kanker kulit, yang dapat dipicu oleh hidradenitis suppurativa yang parah.

(Sah, Laporan: Siti Sarah Al Hafizd)

Beri Komentar