Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Foto: Indonesia Cultural Fashion/Dream.co.id)
Dream - Beberapa desainer Indonesia kembali berkesempatan untuk unjuk karya di panggung internasional. Bersama Indonesia Cultural Fashion (ICF), ajang perhelatan busana Nusantara kembali membawa kain tradisional ke taraf dunia pada 19 Desember mendatang.
Setelah hadir di Amsterdam, kini ICF akan digelar di Milan, Italia.
Iwan Kurniawan, selaku CEO Kolam Ikan menuturkan bahwa perhelatan busana ini kembali digelar melihat antusiasme rakyat Eropa yang luar biasa di tahun sebelumnya.

"Tahun ini akan tampil di Milan dengan lokasi Base Milano yang merupakan distrik fashion terkemuka di Milan. Ini merupakan upaya untuk memperkenalkan Indonesia ke luar. Tahun lalu, 80 persen penonton didominasi oleh rakyat Eropa," tuturnya di Kebayoran Baru, Rabu 13 Desember 2017.
Sederet desainer Tanah Air yang akan tampil di IFC Milan diantaranya Terry Putri (Territory), Desi Ramona (Tyramona), Lily Mariasari (Elemwe) dan Al Khansa (Alkhansas).
Terry mengusung budaya Borneo ke dalam busana wanita modern dengan kain khas Banjarmasin yakni sasirangan. Sentuhan etnik juga turut dibubuhkan melalui aksesoris rambut berbulu.
Dari Sulawesi, Desi membawakan motif Tedong Bonga dengan sentuhan khas Toraja. Kain yang dipakai menggunakan bahan material shantung, mikro dan balotelli.
Konsisten dengan ciri khasnya, Lily kembali membawakan batik Betawi. Kali ini, ia mengangkat tema Pesona Jakarta dengan motif tanjidor sebagai kesenian Betawi tempo dulu.

Sementara Al Khansa lebih berani bermain dengan motif, seperti perpaduan batik Cirebon dengan motif Kapal Pinisi dan huruf Lontara dari Makassar. Koleksinya didominasi dengan warna merah menyala sebagai tanda keberanian Indonesia.
Ada sekitar 16 busana yang akan dibawa ke Milan oleh keempat desainer. Tak hanya busana, IFC Milan turut memperkenalkan musik Nusantara dengan pertunjukan kolaborasi antara gitaris Tohpati dengan pemain musik Kendang.
"Sebagai pembuka acara, 'Guitar Meet Kendang' akan membawakan lagu tradisional seperti Es Lilin, Janger Ksatria serta Kampuang Nan Jauh di Mato," imbuh Tohpati.
(Laporan: Annisa Mutiara Asharini)
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia