Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Shutterstock
Dream - Imunitas tubuh merupakan senjata untuk menghadapi virus corona di tengah pandemi Covid-19. Imunitas juga dibutuhkan untuk membantu pemulihan jika terserang penyakit.
Meningkatkan imunitas merupakan upaya terakhir setelah mengikuti berbagai protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.
Salah satu kunci pertahanan imunitas tubuh terletak di sistem pencernaan. Usus memegang peran penting untuk metabolisme nutrisi dan membuang racun berbahaya dari tubuh.
" Imunitas juga ditentukan oleh usus. Nutrisi tubuh kan diserap di pencernaan, kalau ada gangguan di sana maka penyerapannya tidak optimal. Kemudian usus banyak punya sel limfoid, salah satu pembentuk imun tubuh," tutur dr. Maya Paramita Wijaya, S. Ked dalam sesi Dream Ngobras, Selasa 28 Juli 2020.
Usus merupakan rumah bagi mikroorganisme yang bekerja untuk melawan bakteri jahat. Itu sebabnya sangat penting untuk menjaga kesehatan usus dengan mengonsumsi yogurt.
" Selain murah dan banyak ditemukan di mana saja, yogurt bermanfaat untuk menjaga keseimbangan bakteri baik dalam tubuh yang akan melawan benda asing ketika masuk ke dalam tubuh," ujar dr. Maya.
Meski tubuh dapat membangun imunitas dengan sendirinya, tubuh juga membutuhkan pertolongan dari luar. Seperti asupan nutrisi, olahraga, istirahat cukup serta gaya hidup sehat.
Kebutuhan nutrisi juga dapat lebih tercukupi dengan rutin mengonsumsi suplemen. Selain suplemen, tak sedikit pula yang memilih metode lain seperti suntik vitamin c.
Metode suntik biasa dilakukan dalam jumlah dosis besar dan langsung tertuju pada pembuluh darah. Berbeda dengan suplemen yang harus dikonsumsi rutin denga dosis yang sudah ditentukan.
" Kalau suplemen dia kan diproses di organ pencernaan, nah biasanya ada yang hilang dari proses tersebut. Berbeda dengan suntik yang langsung pada pembuluh darah. Tapi kalau tidak nyaman suntik tak masalah, bisa konsumsi suplemen saja," jelasnya.
View this post on Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya