Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Foto: Shutterstock)
Dream - Masih meragukan khasiat bawang putih melawan penyakit? Buang jauh-jauh pikiran itu. Sebuah studi terbaru menemukan jika senyawa kimia organik pada bawang putih bisa memerangi infeksi bakteri kronis.
Penelitian dari Universitas Kopenhagen mengungkapkan Ajoene, senyawa sulfur aktif pada bawang putih, mampu menghancurkan komponen penting dalam sistem komunikasi Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa.
"Kami sangat percaya bahwa bawang putih dapat menyembuhkan pasien yang terkena infeksi kronis seperti fibrosis kistik," kata pemimpin penelitian Dr. Tim Holm Jakobsen dari Departemen Imunologi dan Mikrobiologi di Universitas Kopenhagen.
"Sekarang kita punya cukup banyak pengetahuan untuk lebih mengembangkan obat bawang putih dan mengujinya pada pasien," tambahnya.
Dalam studi tersebut, Jakobsen dan rekan-rekannya mendokumentasikan kemampuan Ajoene dalam menghambat molekul RNA regulator kecil (sRNA) dua jenis bakteri: Gram-negatif Pseudomonas aeruginosa dan Gram-positif Staphylococcus aureus.

Mereka menemukan bahwa Ajoene mampu menurunkan ekspresi dua RNA, yang disebut Rsmy dan RsmZ, di Pseudomonas aeruginosa dan RNAIII di Staphylococcus aureus, yang mengendalikan ekspresi faktor kunci pertahanan terhadap virus .
"Dua jenis bakteri yang kita pelajari itu sangat penting. Mereka sebenarnya termasuk dalam dua keluarga bakteri yang sangat berbeda dan biasanya dilawan menggunakan metode yang berbeda," jelas Jakobsen.
"Namun senyawa pada bawang putih mampu melawan keduanya sekaligus. Dan ini membuktikan bahwa bawang putih adalah obat yang efektif jika digunakan bersama antibiotik," katanya.
Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa, bawang putih memperlihatkan perlawanan alami yang paling kuat terhadap bakteri.
Selain menghambat molekul RNA bakteri, Ajoene juga mampu merusak matriks pelindung berlendir yang mengelilingi bakteri, disebut biofilm.
Bila biofilm dihancurkan atau dilemahkan, antibiotik dan sistem kekebalan tubuh dapat menyerang bakteri secara langsung dan bermanfaat menghilangkan infeksi. Temuan ini telah dipublikasikan di jurnal Scientific Reports.
(Sumber: Sci-news)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS

Sering Mengalami Suduken Saat Olahraga? Ini Penyebab dan Cara Cepat Meredakannya

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'