Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Peluncuran Aplikasi Pulse (Foto: Dream)
Dream - Dalam era digital seperti sekarang, segala layanan dan fasilitas umum dibuat secara online untuk memudahkan akses. Prudential selaku salah satu perusahaan asuransi kesehatan multi-nasional, baru saja mengembangkan aplikasi di bidang layanan kesehatan bernama Pulse.
Merupakan manajemen kesehatan pribadi, yang didukung oleh teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligent) serta informasi kesehatan penggunanya secara real-time. Aplikasi ini bisa memantu kondisi kesehatan penggunanya secara lebih personal.
" Aplikasi ini dapat membantu pemerintah untuk saling mendukung, dan melengkapi fasilitas layanan kesehatan yang ada. Menurut saya, Pulse ini sebagai salah satunya, yang juga sedikit banyak membantu program-program pemerintah," kata dr. Agus Hadian Rahim, Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI di acara Preview Aplikasi Pulse by Prudential Indonesia, Selasa 25 Februari 2020.
Pulse juga bekerja sama dengan aplikasi kesehatan Halodoc dan Babylon. Keberagaman sistem dan aplikasi-aplikasi tersebut saling berinteraksi dan pastinya memiliki fungsi yang berbeda-beda. Data-data yang diperoleh akan menghasilkan diagnosis jadi lebih menyeluruh.
Penting diingat, dengan adanya aplikasi layanan kesehatan ini, bukan berarti kamu tak perlu ke dokter. Untuk di Pulse, hasil yang keluar bukan hasil diagnosa. Jika memang perlu ke dokter, Pulse akan merekomendasikan kamu untuk konsultasi dengan dokter.
Untuk kamu yang penasaran dengan fitur-fitur layanan kesehatannya, Pulse sudah dapat diunduh di Android maupun iOS.
Laporan: Raissa Anjanique Nathania
Dream - Ashraf Sinclair meninggal dunia pagi ini, 18 Februari 2020. Pria kelahiran 18 September 1979 ini kabarnya terkena serangan jantung. Banyak yang kaget dengan kabar tersebut karena suami Bunga Citra Lestari (BCL) ini termasuk aktor yang menerapkan pola hidup sehat.
Ia kerap memposting aktivitasnya berolahraga, baik di pusat kebugaran, jogging atau pun melakukan latihan crossfit. Bersama sang istri, Ashraf memang gemar melakukan aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran dan bentuk tubuhnya.
Bobot tubuhnya juga termasuk ideal. Lantas mengapa aktor asal Malaysia ini bisa mengalami serangan jantung? Ashraf saat ini berusia 40 tahun. Dikutip dari KlikDokter, kematian pada usia muda akibat serangan jantung kerap dihubungkan dengan gangguan irama jantung.
Gangguan irama jantung merupakan kondisi yang mematikan dan dapat terjadi karena faktor kelainan genetik atau kelainan jantung bawaan sejak lahir. Biasanya kondisi tersebut tidak disertai faktor risiko seperti halnya penyakit jantung lain.

Dengan begitu, orang yang tampak bugar dan memiliki pola hidup sehat sekalipun bisa saja mengalami serangan jantung. Terdapat beberapa kelainan jantung yang berperan dalam kematian mendadak akibat serangan jantung pada usia muda. Berikut adalah kelainan-kelainan jantung tersebut.
Kardiomiopati hipertrofi merupakan penyebab paling umum dari kematian mendadak yang berhubungan dengan gangguan jantung pada usia di bawah 30 tahun, termasuk para atlet muda.

HCM merupakan kelainan bawaan sejak lahir yang ditandai dengan penebalan otot jantung. Penebalan otot jantung ini dapat merintangi sistem elektrik pada jantung sehingga menyebabkan gangguan irama jantung. Pada akhirnya, kondisi tersebut dapat memicu serangan jantung.
Kondisi ini ditandai dengan kelainan jaringan pada pembuluh darah arteri koroner jantung yang terjadi sejak lahir. Saat berolahraga, arteri dapat tertekan sehingga suplai darah ke organ jantung menjadi tidak memadai. Pada akhirnya, kondisi tersebut berpotensi mengganggu fungsi jantung hingga menyebabkan kematian.
Kelainan irama jantung bawaan sejak lahir ini ditandai dengan irama jantung yang menjadi cepat dan kacau, hingga dapat menyebabkan seseorang pingsan. Kelainan tersebut meningkatkan risiko seseorang mengalami kematian mendadak.
Selain yang tercantum di atas, terdapat beberapa faktor penyebab lainnya meliputi kelainan struktur organ jantung, peradangan organ jantung, dan commotio cordis. Serangan jantung hingga menyebabkan kematian pada usia muda memang tidak dapat diprediksi.
Sebaiknya lebih waspada bila memiliki beberapa faktor seperti pingsan dengan penyebab tidak jelas saat berolahraga dan riwayat serangan jantung dalam keluarga pada usia kurang dari 50 tahun.
Penjelasan selengkapnya baca di KlikDokter
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya