Kosmetik Indonesia Digandrungi Warga Saudi

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 21 Februari 2018 19:28
Kosmetik Indonesia Digandrungi Warga Saudi
Pangsa pasar untuk produk kosmetika asal Indonesia masih besar.

Dream - Produk kosmetika asal Indonesia mulai mendapat tempat di hati warga Arab Saudi. Beberapa produk bahkan digemari masyarakat negeri Petro Dolar itu.

Konsul Jenderal R.I Jeddah, M Hery Saripudin, mengatakan, berdasarkan data statistik hingga Oktober 2017, produk essential oil dan reinoids yang tergolong kosmetika mengalami pertumbuhan.

" Mencapai 20,81 persen dengan angka transaksi mencapai US$2.553.281 (setara Rp34,75 miliar)" kata Hery melalui keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu 21 Februari 2018.

Angka tersebut mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan nilai transaksi pada bulan yang sama pada tahun 2016 dengan nilai US$2.113.537, setara Rp28,76 miliar.

Gunawan berharap, industri kosmetika Indonesia dapat memaksimalkan peluang ini. Sebab, berdasarkan data 2016, pangsa kosmetik Indonesia di Saudi hanya sebesar 0,35 persen.

" Peluang Indonesia untuk meningkatkan nilai ekpor terbuka lebar dan ini harus dapat dimanfaatkan dunia usaha Indonesia khususnya untuk komoditi kosmetik," ucap dia.

Kepala ITPC Jeddah, Gunawan, mengatakan, Tim Ekonomi dan Perdagangan KJRI Jeddah akan terus membantu menjalankan peran pelayanan terhadap masyarakat Indonesia dan pengusaha Arab Saudi.

Yang terakhir, Gunawan mengatakan telah memberikan informasi mengenai ketersediaan dan mengenalkan produk produk baru dari Indonesia kepada Tamaiz Asia Trading and Marketing.

" Tamaiz Asia telah melakukan importasi produk-produk Indonesia dimulai sejak tahun 1998," ujar Gunawan.

Sampai saat ini Tim Ekonomi dan Perdagangan telah membantu memfasilitasi Tamaiz untuk dapat mendapatkan pasokan ikan segar dan ikan beku dari Sulawesi, Jawa Timur, juga Indonesia bagian Timur.

Tamaiz Asia juga menyampaikan juga ketertarikanya terhadap produk-produk Indonesia lainnya diantaranya mie instan, produk keripik buah-buahan tropis.

Produk Indonesia yang didatangkan dari Indonesia masih terbatas pada produk kosmetika dan obat-obatan serta produk charcoal.

Total produk yang didatangkan dari Indonesia sebesar 4 sampai dengan 5 kontainer setiap bulan dengan nilai transaksi lebih dari US$1 juta, setara Rp13 miliar setiap tahun.

Beri Komentar