Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Setiap orang mandi guna menjaga kebersihan dan kesehatan. Biasanya, seseorang harus mandi dua kali sehari. Orang yang mandi kurang dari dua kali sehari kerap mendapat cap jorok.
Tetapi, studi ilmiah terbaru menunjukkan, jarang mandi justru baik untuk kesehatan tubuh. Berdasarkan studi terhadap suku pedalaman Yanomami di hutan Amazon, jarang mandi juga dapat melindungi diri dari ancaman predator dan serangan suku lain.
Dilaporkan iflscience.com, suku itu memang dikenal jarang bersentuhan dengan air.
Karena kebiasaan `unik` itu, kulit orang-orang suku Yanomami memiliki kompleksitas bakteri yang tinggi dan mampu menjadi antibiotik alami bagi tubuh mereka. Bahkan, tubuh mereka pun menjadi lebih kebal terhadap serangan virus penyakit.
Dari segi ilmiah, kompleksitas bakteri berhubungan dengan sekumpulan mikro bioma yang penting untuk meningkatkan kelancaran sistem kekebalan tubuh, pencernaan, dan fungsi hati.
Berkurangnya kompleksitas bakteri akan menyebabkan tubuh rentan pada serangan virus dan penyakit. Apalagi, di daerah beriklim tropis lembab virus dapat berkembang biak lebih cepat.
Memang tidak disebut bahwa jarang mandi memang berdampak baik bagi kesehatan tubuh. Tetapi, jarang mandi terbukti secara ilmiah baik bagi kesehatan kulit.
Jarang mandi juga menghindari kulit dari paparan bahan kimia pada sabun. Sebab, bahan kimia pada sabun dapat mengurangi kelembapan kulit.
Reporter: Happy Ferdian Syah Utomo
Sumber: Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya