6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Foto: Dokumentasi Mel Ahyar
Dream - Satu lagi perancang busana Indonesia berhasil menoreh prestasi di panggung Kuala Lumpur Fashion Week (KLFW). Pada acara bergengsi itu, Mel Ahyar mampu membuktikan rancangan bajunya mendapat apresiasi tinggi dari para pecinta fesyen di Asia.
" Aku satu-satunya desainer Indonesia yang diundang ke KL Fashion Week, dan syukur alhamdulillah respon mereka bagus jadi bisa dibilang sukses kali ini," ungkap Mel saat ditemui di butik miliknya yang berlokasi di Jakarta Selatan.
Mel memboyong 70 rancangan terbarunya yang masuk ke dalam label Happa. Acara yang sudah berlangsung ketiga kalinya ini dihadiri pula oleh perancang busana dari Filipina, Sidney, London, Singapura, Thailand, Jepang dan Korea. KLFW sendiri berlangsung selama empat hari pada 12-16 Agustus 2015.
" Kalau Happa ini kan brand baru dan ini baru pertama kali ikut fashion show. Rancangannya hanya ready ro wear, berbeda sama rancanganku di label cuture," tambah Mel pada Dream.
Sedangkan untuk tema, desainer yang menamatkan pendidikannya di sekolah mode Esmode Paris ini memilih Sarmatiens, yang merupakan legenda dari etnis Iranians dan sekarang lebih dikenal dengan nama Persia. " Kalau untuk cuting lebih ke oversize yang dibuat semodern mungkin. Serta menampilkan motif siluet paradik," jelasnya menambahkan.
Desainer yang memulai kiprahnya sejak 2006 itu lebih mengutamakan kenyamanan dan daya tahan kain yang dipakainya. Kain berbahan katun dan linen menjadi pilihan Mel karena memiliki daya serap tinggi terhadap keringat.
Tetapi untuk rancangan yang didesain dengan motif print ia mengenalkan kain yang berbeda seperti satin dan shiffon yang terlihat lebih menyala. " Ini kan daily wear jadi harus awet karena akan sering dipakai dan juga harus nyaman," ungkap Mel memberi alasan.
Happa sendiri merupakan hasil kerjasama Mel dengan penyanyi Jazz, Andien Aisyah. Sehingga persiapan selama tiga minggu untuk mempersiapkan KL Fashion Week tersebut tidak terlalu membuatnya pusing karena dibantu oleh tim yang besar dan solid.
Mulai dari pemilihan warna hingga penentuan desain tidak menemukan hambatan yang besar. " Kalau warna kita bermain di abu-abu, hitam, off white, peach dan coklat muda. Ada warna merah pun yang pudar jadi terlihat kaya sudah sering dicuci gitu," ujar perempuan berhijab itu.
Kesuksesan meraih simpati dari warga Jiran itu, membuatnya berkeinginan untuk mengembangkan butiknya di Malaysia dan Singapura tahun depan. Kejelian melihat peluang, membuatnya tergoda untuk menjajaki pasar mode di kedua negara tersebut.
" Komunitas hijaber di Malaysia itu kuat banget dan ini rancangan-rancangan aku masuk banget. Kebetulan juga masyarakat di sana juga sudah mulai peduli dengan perkembangan fashion yang lagi tren," tutup Mel.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
