Mengapa Bayi Baru Lahir Tidak Kunjung Buang Air Kecil?

Reporter : Ferdike Yunuri Nadya
Kamis, 11 Agustus 2022 11:47
Mengapa Bayi Baru Lahir Tidak Kunjung Buang Air Kecil?
Kapan 'red flag' bergegas ke dokter jika bayi tidak kunjung buang air kecil?

Dream - Buang air kecil dan buang air besar secara teratur penting pada bayi baru lahir. Orangtua harus memberi perhatian khusus jika bayi tidak buang air kecil selama 24 jam pertama setelah lahir. Dalam dua hari pertama setelah lahir, urine yang dihasilkan neonatus seharusnya cukup pekat.

Dikutip dari Boldsky, sebuah penelitian yang dilakukan pada 1.000 bayi lahir secara berurutan di rumah sakit menilai waktu keluarnya tinja dan urine pertama. Dari bayi dalam penelitian ini, sekitar 42% telah mengeluarkan urine pertama mereka pada usia enam jam setelah dilahirkan.

Dalam 12 jam, 76% telah buang air kecil pertama mereka. Sekitar 95% dari semua bayi dalam penelitian ini telah mengeluarkan urine pertama mereka dalam 24 jam pertama setelah lahir.

1 dari 3 halaman

Kenali Red Flag

Bagi orang tua baru, mengenal red flag atau tanda bahaya yang harus diwaspadai pada bayi sangatlah penting. Ingat, bayi yang baru lahir harus dirawat lebih berhati-hati. Hubungi dokter anak segera jika merasa ada yang tidak beres.

Ketika insting memberi tahu bahwa ada sesuatu yang salah dengan bayi, jangan buang waktu. Jangan hanya bertanya pada keluarga dan teman dan tidak bertanya pada ahlinya. Dapatkan perawatan medis sesegera mungkin.

Buang air kecil dan buang air besar secara teratur penting pada bayi baru lahir. Umumnya, ini menjadi perhatian jika bayi baru lahir tidak buang air kecil selama 24 jam pertama setelah lahir. Dalam dua hari pertama setelah lahir, urin yang dihasilkan neonatus cukup pekat

Jika bayi Sahabat Dream tidak mengeluarkan urin dalam waktu lama, penurunan keluaran urin pada bayi mungkin merupakan indikasi dari beberapa masalah medis. Yang terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter anak bayi Anda sedini mungkin dalam situasi seperti itu.

 

2 dari 3 halaman

1. Dehidrasi

Shutterstock© Shutterstock

Menurut definisi Organisasi Kesehatan Dunia, dehidrasi adalah suatu kondisi yang diakibatkan oleh hilangnya cairan tubuh secara berlebihan.

Muntah dan diare adalah penyebab paling umum dehidrasi pada anak-anak. Biasanya, bayi lebih rentan terhadap dehidrasi karena mereka memiliki " ketidakmampuan untuk mengomunikasikan kebutuhan mereka atau menghidrasi diri mereka sendiri" .

 

3 dari 3 halaman

2. Penurunan Asupan

Dehidrasi pada bayi juga dapat disebabkan oleh penurunan asupan terhadap kehilangan yang terus menerus. Terkadang, bayi mungkin berubah menjadi pemakan yang rewel, menolak untuk menyusu. Penurunan asupan ini dapat menyebabkan dehidrasi.

Menurut Pusat Informasi Bioteknologi Nasional [NCBI],
dehidrasi adalah penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada bayi dan anak kecil di seluruh dunia. Tanda dan gejala dimanifestasikan dalam tubuh tergantung pada tingkat dehidrasi pasien. Dehidrasi dapat dikategorikan ringan - 3% sampai 5%, sedang - 6% sampai 10%, dan berat - lebih dari 10%.

Derajat dehidrasi antara bayi dan anak yang lebih besar berbeda. Bayi dapat memiliki kandungan total air tubuh [TBW] 70% -80% dari berat badannya, anak yang lebih besar dapat memiliki kandungan TBW 60% dari berat badannya.

Terdapat kemungkinan lain dalam kondisi mengapa bayi tidak buang air kecil. Untuk jawaban yang lebih valid sebaiknya didiskusikan dengan dokter.

Orangtua harus cepat tanggap memeriksakan dan konsultasi ke tim medis agar buah hati dapat diberikan penanganan segera mungkin. Tetap jaga kesehatan buah hati dan dukung tumbuh kembangnya ya, Sahabat Dream.

(Source: Boldsky)

Beri Komentar