Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Konferensi Pers Festival Teluk Maumere 2016 (Foto: Ratih Wulan/Dream.co.id)
Dream - Kekayaan alam Indonesia Timur tak perlu diragukan lagi keindahannya. Terutama wisata bahari yang masih belum banyak dieksplorasi sehingga menawarkan destinasi yang masih natural.
Seperti objek-objek wisata yang berada di kawasan Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT) misalnya. Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah Kabupaten Sikka berinisiatif untuk menggelar Festival Teluk Maumere 2016 yang diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Maumere.
Serangkaian acara telah dipersiapkan untuk memeriahkan festival yang rencananya akan dilangsung pada 17-21 Agustus mendatang. Beberapa di antaranya yaitu parade tenun ikat yang akan dikuti oleh ribuan pengrajin tenun.
Serta tak ketinggalan pula diadakan panggung hiburan rakyat dan lomba memancing yang akan bekerja sama dengan salah satu televisi nasional.
" Menariknya lagi kita adakan kompetisi fotografi bawah laut dan foto rally konservasi bahari yang dibatasi hanya untuk 100 peserta dengan hadiah jutaan rupiah," terang Bupati Sikka, Yoseph Ansar Rera dalam konferensi pers di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Selasa, 9 Agustus 2016.
Pada ajang lomba fotografi, peserta telah disaring menjadi 30 finalis dari 150 orang yang mendaftar. Selain dari Indonesia, peserta kontes juga berasal dari sembilan negara yaitu Amerika Serikat, Brazil, Peru, Belanda, Perancis, Jepang, Hong Kong, Singapura dan Malaysia.
" Total hadiahnya ada Rp340 juta dan juri berasal dari beberapa negara dengan menetapkan standar kualitas foto terbaik. Harapannya hasil foto-fotonya dapat kita bukukan dan nanti akan kita pamerkan juga," imbuhnya.
Lebih jauh Yoseph mengungkapkan bahwa wisata alam dan budaya Maumere telah mendunia sejak 1975. Bahkan pada tahun 1989 sudah pernah diadakan lomba foto untuk memperkenalkan keindahan bawah lautnya.
" Namun sayang tsunami pada tahun 1992 meluluhlantakkan keindahan laut dan mengakibatkan korban jiwa 2000 orang. Dan membentuk patahan gempa sedalam 10 meter yang kini menjadi spot diving," terangnya menambahkan.
Diakui Yoseph, bentukan palung tersebut kini mereka promosikan sebagai spot diving baru. Serta untuk mendukung program pemulihan koral-koral yang rusak, yang telah dilakukan sejak 2001 silam.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia



Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya