Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Ilustrasi (www.newyou.com)
Dream - Mengapa manusia dan mamalia lain memiliki bulu mata? Para ahli selama bertahun-tahun telah bergulat dengan teori tersebut.
Sejumlah ahli menyebut bulu mata adalah penangkap debu, menjerat benda yang terpantul ke mata. Sebagian lagi berpendapat bulu mata adalah sensor, bertindak seperti kumis milik kucing yang berfungsi memperingatkan mata tentang adanya bahaya lain.
Bahkan ada peneliti yang mengatakan bulu mata adalah kelengkapan fisik untuk menarik lawan jenis secara seksual.
Namun David Hu dan timnya di Georgia Institute of Technology, Atlanta, Amerika Serikat punya alasan lebih ilmiah. Bulu mata berfungsi meminimalkan aliran udara ke sekitar mata agar mata terlindung dari partikel, bakteri, virus dan tungau.
Selain itu, bulu mata juga mencegah lapisan pelindung air mata di bola mata dari kekeringan.
Berbeda dengan rambut di hidung dan saluran pernapasan yang bertindak sebagai perangkap fisik, bulu mata bertindak sebagai 'sistem pengendali debu pasif'.
" Bulu mata mengurangi penguapan dan menangkal partikel hingga 50 persen," kata Hu dilansir Al Arabiya, Kamis 26 Februari 2015.
Untuk menggali teka-teki seputar bulu mata, tim Hu mengukur bulu mata dari 22 spesies mamalia, mulai dari landak hingga manusia.
Pada semua spesies yang diteliti, Hu menemukan panjang bulu mata adalah sekitar sepertiga dari lebar mata. Ukuran yang dianggap optimal untuk meminimalkan aliran udara di atas permukaan mata tanpa menghalangi penglihatan.
Bahkan binatang seperti jerapah memiliki beberapa lapisan bulu mata untuk menghalau debu yang terbang ke mata di lingkungan yang kering.
Hu kemudian membuat sebuah terowongan angin kecil dengan replika mata mamalia pada salah satu ujungnya.
Mata palsu tersebut terbuat dari piringan berdiameter 2 cm dengan lapisan air tipis yang dikelilingi oleh bulu mata imitasi.
Angin kemudian ditiupkan dan diarahkan pada mata. Tim menemukan bulu mata imitasi menjauhkan aliran udara dari piringan, mencegah penguapan dan membelokkan partikel.
Percobaan tersebut mendukung pengamatan medis selama ini bahwa orang-orang yang tidak memiliki bulu mata memiliki risiko tinggi terhadap infeksi optik yang disebabkan oleh mata kering.
Penelitian ini juga menyatakan bahwa penggunaan bulu mata palsu bisa menjadi senjata melawan 'mata kering'.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya