Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Teleskop ASKAP Milik CSIRO Dengan Latar Belakang Galaksi Bima Sakti Di Australia Barat. (Foto: CSIRO/ALEX CHERNEY)
Dream - Salah satu misteri besar di dunia astronomi modern telah terungkap setelah pengamatan selama lima tahun.
Sebuah sinyal radio dengan pola berulang terpancar dari galaksi kerdil berukuran kecil. Galaksi tersebut jaraknya sekitar tiga miliar tahun cahaya dari Bumi.
Sinyal itu muncul bersamaan dengan makin berkembangnya penelitian tentang fast radio burst (FRB), sebuah studi yang paling banyak dibicarakan di dunia astronomi.
Gelombang FRB memang pendek, tapi memiliki sinyal radio yang sangat jelas. FRB ditemukan untuk pertama kalinya pada tahun 2007 oleh teleskop radio Parkes di Australia.
Suar radiasi aktif yang sangat besar dan misterius dalam spektrum radio ini memiliki durasi hanya beberapa milidetik. Sinyal ini biasanya muncul sekali saja.
Dari ribuan FRB yang datang dari luar angkasa setiap hari, dan dari segala arah, ada dua yang sangat menarik.
Kedua FRB itu adalah FRB 121102 dan FRB 180916.J10158+56. Mereka unik karena terus terpancar dengan pola yang berulang-ulang.
Pertama kali diketahui pada tahun 2014 oleh teleskop radio Arecibo di Puerto Rico, FRB 121102 terdeteksi lagi pada tahun 2016.
FRB 121102 merupakan satu-satunya sinyal radio luar angkasa yang bisa muncul lebih dari sekali.
Sekarang, FRB 121102 kembali terdeteksi oleh sebuah tim internasional yang dipimpin oleh para astronom Jodrell Bank dengan menggunakan Teleskop Lovell setinggi 76 meter.
Selama ini Jodrell Bank banyak melakukan pengamatan dan penelitian tentang FRB 121102. Penelitian mereka dipublikasikan pada pekan ini di Monthly Notices of the Royal Astronomical Society.
Tim menemukan bahwa setiap suar sinyal radio dari FRB 121102 berlangsung sekitar 90 hari diikuti oleh periode diam 67 hari. Perilaku yang sama kemudian diulang setiap 157 hari.
Tidak ada pola dasar dalam pengulangan yang sebelumnya telah diidentifikasi. Sehingga para astronom sekarang dapat memprediksi kapan FRB 121102 akan 'hidup' atau 'mati'.
" Ini adalah hasil pengamatan yang menarik. Dengan mendeteksi periodenya bisa memberitahu tentang asal usul sinyal dan siklus aktivitasnya," kata Dr. Kaustubh Rajwade dari University of Manchester, yang memimpin penelitian ini.
Periode pola berulang FRB 121102 merupakan kejutan besar. Hampir 10 kali lebih lama dari pola 16 hari 'lainnya' milik FRB 180916.J10158+56.
" Penemuan menarik ini menegaskan betapa sedikitnya yang kita ketahui tentang asal usul FRB. Pengamatan lebih lanjut tentang FRB dalam jumlah lebih besar diperlukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang sumber-sumber sinyal radio ini dan menjelaskan asal-usulnya," kata Duncan Lorimer, Associate Dean for Research di West Virginia University.
Sumber: Forbes.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya