7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi/ Foto: Shutterstock
Dream - Ramai di media sosial kasus anak muda pengguna vape yang berujung tragis. Paru-paru tak bisa bekerja, mengalami kebocoran dan harus menjalani pengobatan terus-menerus.
Penggunaan vape selama ini memang jadi tren di kalangan anak muda, karena dianggap lebih aman dari rokok. Faktanya, alat tersebut juga sangat membahayakan paru-paru. Dokter Felix G Hartono dari Pandemic Talks memberi penjelasan soal bahayanya vape ini.
Menurutnya, vape bisa memicu Spontaneus Pneumothorax, sebuah kondisi di mana paru-paru tak bisa mengembang dengan sempurna. Hal ini karena terjadi kebocoran.

" Jadi udara yang harusnya masuk ke paru-paru akhirnya masuk ke rongga dada nih. Udara di rongga dada bakalan nge-desek paru-paru sehingga paru-paru gak bisa berkembang," kata dr. Felix dalam video yang diunggah di Instagram @pandemictalks.
Menurutnya Spontaneus Pneumothorax akan menyebabkan penderitanya mengalami nyeri dan sesak parah. Hal ini karena udara menekan paru-paru. Untuk mengatasinya, dibutuhkan terapi khusus. Salah satunya dengan memasukkan jarum besar ke dalam rongga paru-paru agar udara bisa keluar.

Dokter Felix mengingatkan kalau vape dari beberapa penelitian, diketahui memicu peradangan atau inflamasi paru-paru. Kondisi tersebut membuat paru-paru menjadi mudah bocor.
" Jadi si vape ini menurut penelitian case report bisa membuat iflamasi paru sehingga paru jadi lebih mudah bocor karena kandungan di dalam vape itu sendiri bisa menyebabkan paru-paru ini menjadi radang dan terluka," ujar dr. Felix.
Menurutnya ada tiga bahan di vape yang sangat berisiko memicu peradangan parah pada paru-paru. Bahan tersebut adalah ultrafine particle, flavorants dan heavy metal (nikel dan tin)
" Jadi buat temen-teman yang sedang menggunakan vape mendingan diganti aja menjadi tape aja deh," pesan dr. Felix penuh canda.
Lihat postingan ini di Instagram
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?