Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Takachiho Amaterasu Rail Park Inc, Jepang (Foto: Travel.asiaone.com)
Dream - Berada dalam kawasan Takachiho Amaterasu Rail Park Inc, kereta api sepanjang 7 meter ini merupakan kereta api mati sebelumnya, yang kemudian direnovasi menjadi lebih kecil.
Objek wisata ini pernah terpaksa diberhentikan karena gempa bumi yang melanda pada bulan April tahun lalu, kemudian dibuka kembali dan berhasil menarik wisatawan lebih banyak lagi.
Awalnya, kereta api Takachiho mulai beroperasi pada tahun 1989. Namun, karena populasi masyarakat Jepang yang menurun pada waktu itu, kereta Takachiho tak mampu menarik banyak penumpang dan terpaksa diberhentikan karena kerusakan fisik yang parah pada tahun 2005 yang disebabkan oleh bencana angin Topan.

(Foto: Lonely Planet)
Pada tahun 2008, sebuah perusahaan mengambil alih dan merombak seluruh manajemen kereta dan mendirikan sebuah taman yang diberi nama Takachiho Amaterasu Rail Park Inc, dengan tujuan melestarikan kereta api agar tidak mati begitu saja. Sejak itu, objek wisata kereta api di Takachiho Amaterasu Rail Park Inc pun menjadi daya tarik tersendiri untuk daerah ini.
Kereta api di taman ini beroperasi sebanyak 10 kali setiap harinya dengan perjalanan sejauh 5,1 km dari Stasiun Takachiho menuju jembatan kemudian berbalik lagi ke Stasiun Takachiho. Selama pejalanan, para wisatawan akan meikmati pemandangan yang indah dan menyegarkan di atas kereta yang menanjak hingga ketinggian 352 meter di atas permukaan tanah.

(Foto: Lonely Planet)
Operator menjelaskan, 2 gerbong yang disediakan kereta di taman ini belum bisa menampung semua wisatawan yang datang, apalagi jika di akhir pekan. Beberapa wisatawan terpaksa pulang ke rumah tanpa merasakan pengalaman naik kereta unik ini. Badan kereta tua ini juga cukup rapuh, sehingga berkali-kali mengalami kerusakan.
Perusahaan pun berinovasi membuat 3 kereta baru yang lebih kuat dan besar sehingga dapat menampung wisatawan lebih banyak. Dengan tarif Rp 151.000 untuk dewasa, Rp 93.000 untuk anak SMA dan Rp 46.000 untuk anak SD dan SMP, Sahabat Dream Travel dapat merasakan sensasi berpetualang di atas kereta unik ini saat liburan ke Jepang.
(Sumber: travel.asiaone.com/Awalendi EP)