Ilustrasi Covid-19 (Foto: Shutterstock)
Dream - Para peneliti Jepang mengatakan, konsentrasi ozon yang rendah dapat menetralkan partikel virus corona, yang akan berpotensi memberikan jalan bagi rumah sakit untuk mendisinfeksi ruang pemeriksaan dan ruang tunggu.
Para ilmuwan di Universitas Kesehatan Fujita mengklaim telah membuktikan gas ozon dalam konsentrasi 0,05 hingga 0,1 bagian per juta (ppm), tingkat yang dianggap tidak berbahaya bagi manusia, dapat membunuh virus, seperti dilansir News18.com.
Eksperimen tersebut menggunakan generator ozon di ruang tertutup dengan sampel virus corona. Potensi virus menurun lebih dari 90 persen ketika terkena ozon tingkat rendah selama 10 jam.
“ Penularan virus korona baru dapat dikurangi dengan perawatan ozon konsentrasi rendah yang terus menerus, bahkan di lingkungan di mana orang-orang berada, menggunakan sistem semacam ini,” kata ketua peneliti Takayuki Murata.
“ Kami merasa sangat efektif dalam kondisi kelembaban tinggi.” Ozon, sejenis molekul oksigen, diketahui menonaktifkan banyak patogen, dan eksperimen sebelumnya telah menunjukkan bahwa konsentrasi tinggi, antara 1-6 ppm, efektif melawan virus corona tetapi berpotensi beracun bagi manusia.
Sebuah studi baru-baru ini di Institut Teknologi Georgia menunjukkan bahwa ozon mungkin efektif dalam mendisinfeksi gaun, kacamata, dan peralatan pelindung medis lainnya.
Rumah Sakit Universitas Medis Fujita, di prefektur Aichi Jepang tengah, telah memasang generator ozon untuk mengurangi infeksi di ruang tunggu dan ruang pasien.
Universitas juga telah melakukan uji klinis obat Avigan Fujifilm Holdings Corp. pada pasien Covid-19.
(Sumber: News18.com)
Dream - Muncul kluster baru penularan virus corona di Korea Selatan. Kali ini, penularan terjadi di sebuah kafe kondang Negeri Ginseng. Virus corona menginfeksi pengunjung yang tidak bermasker.
Melalui akun Twitter @samkimasia, ia mebagikan kisah bagaimana gerai kopi ternama tersebut bisa menjadi kluster Covid-19 baru.
Ternyata, setelah diselidik. Seseorang pelanggan yang terjangkit virus Covid-19 duduk di bawah AC dan menginfeksi 27 orang lainnya. Namun, yang membuat banyak orang terkjut, virus tersebut tidak menginfeksi para karyawan yang memakai masker.
“ Seseorang yang duduk di bawah AC menginfeksi 27 orang lainnya dengan Covid-19 di sebuah kafe di Korea Selatan, tetapi tidak ada karyawan yang memakai masker yang tertular virus," jelas akun netizen tersebut.
Kejadian ini langsung menarik perhatian media internasional, seperti Reuters.
Kanal berita Reuters melaporkan bahwa penyebaran itu terjadi karena pelanggan tidak mengenakan masker dan ternyata sirkulasi udara bersih bekerja dengan baik.
Seorang responden mengatakan, " Apa yang terjadi di kafe merupakan fenomena yang telah diprediksi sebelumnya."
" Mereka seharusnya menyarankan pelanggan untuk tetap memakai masker dan menghirup udara segar lebih sering."
Sejak kejadian itu, pihak manajemen kedai kopi tersebut mengatakan akan meningkatkan protokol kesehatan di seluruh gerai mereka, mengimbau pelanggan untuk selalu memakai masker dan menunda kampanye promosi guna membatasi kerumunan.
Jadi gimana Sahabat Dream? Masih mau menyepelekan kegunaan masker? Benda kecil dan ringan tersebut tidak menyusahkan untuk dipakai, kan?
Sumber: World of Buzz