Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
Pertamina Hulu Energi Akuisisi PI 3 WK di Kaltim, Salah Satunya di Lokasi Temuan Cadangan Gas Raksasa Tahun 2023
Spa and Wellness Jadi Bagian dari Gaya Hidup Urban, Ini Manfaatnya bagi Tubuh dan Pikiran
Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Deteksi Kelainan Genetis Melalui Foto (elifesciences.org)
Dream - Kini dokter dapat mendiagnosa kelainan genetis langka pada anak hanya dengan melihat foto wajah, tak lagi melalui alat kedokteran. Sebuah perangkat lunak baru-baru ini dikembangkan untuk meneliti karakter wajah dalam kondisi tertentu, seperti down syndrome.
Sebuah perangkat lunak yang terinstal dalam komputer juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi bayi yang baru lagi dan kemungkinan membawa kelainan genetis sehingga dapat diobati sejak dini. Perangkat lunak yang dikembangkan oleh tim peneliti dari Universitas Edinburgh dan Oxford ini berbasis artificial intelligence (AI).
AI merupakan kecerdasan buatan yang membuat mesin dapat melakukan tugas apapun yang diinginkan oleh perancangnya. Cara kerja perangkat lunak ini mendeskripsikan struktur wajah berdasarkan bentuk sudut mata, hidung, mulut dan fitur lain kemudian membandingkan hasilnya dengan database yang ada.
Sekitar 30 sampai 40 persen kelainan genetis diduga melibatkan perubahan bentuk wajah dan tengkorak manusia. Hal ini mengingat sejumlah besar gen yang melibatkan perkembangan wajah dan tengkorak telah mengalami tumbuh kembang sejak masih di dalam rahim.
Peneliti berharap di masa depan dokter mampu mendiagnosa kelainan hanya dengan mengambil foto wajah pasien menggunakan smartphone.
" Diagnosis gangguan genetis langka dapat menjadi langkah sangat penting bagi orangtua. Dengan begitu orang tua dapat mengetahui resiko dan membantu konseling genetis untuk anak," ungkap Christopher Nellaker dari Medical Research seperti dilansir laman Telegraph, Senin 30 Juni 2014.
Lebih lanjut Nellaker menyebut peningkatan prediksi kesembuhan penyakit juga dapat diketahui baik oleh orang tua maupun dunia medis di masa depan. Hal ini memungkinkan keluarga lebih cepat mengetahui kondisi anggota keluarga yang diduga memiliki kelainan, bahkan saat tanda-tanda serupa belum pernah ditemui di anggota keluarga yang lain. (Ism)
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya

Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’


Spa and Wellness Jadi Bagian dari Gaya Hidup Urban, Ini Manfaatnya bagi Tubuh dan Pikiran