Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan
Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah
9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes
Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan
3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Gambar Ilustrasi/Shutterstock
Dream - Belakangan kualitas udara Jakarta yang buruk tengah menjadi sorotan. Hal ini karena meningkatnya polusi udara hingga terlihat seperti kabut dan menimbulkan berbagai dampak kesehatan.
Tidak hanya berpengaruh pada sistem pernapasan, rupanya paparan polusi udara juga dapat mempengaruhi siklus menstruasi. Anak perempuan yang menghirup polusi udara sewaktu haid pertama cenderung punya siklus yang tak teratur.
Meskipun bukan menjadi penyebab langsung, namun para ilmuwan menemukan adanya hubungan antara polusi udara dan siklus menstruasi yang tak teratur bagi wanita muda.
Kemudian, ada juga kemungkinan waktu yang lebih lama untuk mencapai keteraturan tersebut di sekolah menengah dan dewasa awal. Hal itu disebutkan dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Human Reproduction.
“ Paparan temporal terhadap polusi udara di masa remaja dan awal masa dewasa mungkin sangat penting," tulis para peneliti.
" Data dari penelitian ini sesuai dengan literatur yang ada mengenai polusi udara dan penyakit saluran reproduksi," ungkap penelitian tersebut.
Dalam studi tersebut, menjelaskan bahwa penelitian sebelumnya telah menemukan polusi udara yang mempengaruhi aktivitas hormonal dan peran hormon dalam mengatur periode menstruasi.
Penelitian sebelumnya juga menemukan kaitan antara polusi udara dan ketidaksuburan serta masalah lainnya pada sistem reproduksi wanita, seperti kondisi hormonal sindrom ovarium polikistik.
Penelitian terbaru ini didasarkan pada data hampir 35.000 wanita, termasuk jumlah rata-rata partikulat di daerah selama tahun-tahun sekolah menengah dan berapa lama waktu yang dibutuhkan dari haid pertama sebelum siklus menstruasi mereka menjadi teratur.
sumber: Liputan6.com.
Advertisement

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan

Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes