BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kualitas udara di kota-kota besar semakin mengkhawatirkan. Hal ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan, terutama peningkatan risiko terkena penyakit jantung dan paru-paru.
Terlebih lagi, fakta terbaru dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO mencatat, kurang lebih 92% penduduk dunia sudah menghirup udara dengan kualitas buruk.
Akibatnya, setiap tahunnya terdapat 7 juta kematian (2 juta di Asia Tenggara) karena polusi udara luar ruangan dan dalam ruangan. Lantas, penyakit apa saja yang diakibatkan polusi udara?

Infeksi saluran pernapasan tak melulu disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus di dalam tubuh, tetapi juga dikarenakan polusi udara.
Bahan beracun seperti karbon monoksida, partikulat, nitrogen dioksida, dan sulfur dioksida adalah contoh dari komposisi polusi udara yang mampu dengan mudah menganggu organ pernapasan manusia.

Polusi udara menjadi salah satu pemicu terjangkitnya asma. Hal ini berbahaya karena asma adalah salah satu penyakit kronis saluran pernapasan yang diikuti gejala sulit bernapas, batuk, dan nyeri dada karena adanya penyempitan pada otot dada.
Gangguan pernapasan ini terjadi karena radang pada lapisan saluran bronkial.
Penyakit ini muncul dengan gejala batuk berdahak atau tanpa dahak sama sekali. Jika berdahak, umumnya dahak yang dikeluarkan berwarna bening, kehijauan, dan kekuningan.
Biasanya bronkitis disebabkan oleh infeksi virus dan polusi udara mampu memperparahnya.

Polusi udara mengandung enam zat yang berbahaya bagi kesehatan, salah satunya karbon monoksida. Di dalam karbon monoksida terdapat karsinogen yang rentan memicu kanker paru-paru, terutama bagi lansia berusia lebih dari 40 tahun.
Penyakit ini pun berisiko bagi orang yang sering terkena zat dari industri, mau pun sering berada di jalan atau ruangan.

Aliran darah yang lancar dan kondisinya yang lentur menjadi tanda bahwa pembuluh darah sehat. Namun, dampak polusi udara bisa menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku dan menyempit.
Kondisi ini memicu penyakit stroke dan jantung karena aliran darah menuju otak atau organ lainnya menjadi tersumbat, terlebih bila diikuti dengan pola hidup yang tidak sehat.
Menurut dr. Maydie Esfandiari, Sp.P, dokter spesialis paru-paru dalam konferensi virtual, Kamis 21 Januari 2021 menjelaskan, " Meski terlihat bersih, udara yang dihirup nyatanya mampu meningkatkan risiko terkena beragam penyakit pernapasan."
Lalu bagaimana caranya mencegah penyakit akibat udara yang tercemar?
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
