6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Dalam menjaga kesehatan di masa pandemi Covid-19, haruslah holistik. Kesehatan fisik, mental dan sosial menjadi krusial guna mencapai hidup yang sehat dan berkualitas.
Ketua Komite Medik Halodoc, dr Theresia Novi SpPK menjelaskan, pentingnya pendekatan kesehatan holistik guna menghindari infeksi Covid-19. Juga mendukung program pemerintah yakni Indonesia sehat.
Pendekatan kesehatan holistik meliputi fisik, mental dan sosial. Memainkan peran krusial dalam penangan pandemi ini, karena tiap individu dianjurkan untuk menerapkan kebiasaan-kebiasaan yang baik bagi tubuh dan mental.
" Serta menjaga hubungan baik dengan satu sama lain," tambah dr Novi dalam konferesi pers virtual #HaloTalks: Pendekatan Kesehatan Holstik untuk Indonesia Sehat, Rabu 11 November 2020.
Tak hanya itu, dr Novi juga menjelaskan tips untuk menghadapi tantangan dalam mewujudkan Indonesia Sehat.
12 Tips sehat yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan meliputi diet sehat, aktivitas fisik, imunisasi, hindari merokok, hindari minuman keras, hidup bahagia, berperilaku bersih dan sehat, istirahat cukup, gunakan sabuk pengaman dan helm, seks aman, periksa kesehatan secara rutin dan pemberian ASI eksklusif.
" Kalau sekarang satu lagi harus pakai masker. Perilaku hidup sehat, olahraga dan berbahagia. Ya stres boleh tapi bagaimana cara kita untuk me-manage-nya," ujar dr Novi.
Dalam kesempatan yang sama, dr Eva Maria Christine M. Gizi, Sp GK, Spesialis Gizi Klinik memaparkan, asupan gizi seimbang sangat erat hubungannya terhadap kesehatan tubuh. Juga berpengaruh pada sistem imunitas yang berkaitan pula dengan kesehatan mental.
Asupan gizi seimbang yang disarankan dr Eva yaitu 45-60% karbohidrat, 15-205 protein, 20-25% lemak dan vitamin serta mineral.
Asupan makanan sangat penting untuk diperhatian karena jenis makanan yang dikonsumsi juga dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang.
" Karena beberapa jenis makanan juga berfungsi sebagai mood booster yang baik untuk menurunkan stres seperti gandum, cokelat, alpukat dan kacang almond," jelasnya.
Selain fokus pada kesehatan fisik, kesehatan holstik juga meliputi menjaga kesehatan mental. Psikologi Klinis, Rena Masri, S.Psi, M.Psi mengatakan, kesehatan mental seseorang sangat memengaruhi kualitas kesehatan.
Pada dasarnya, kesehatan mental seseorang dipengaruhi tekanan, baik dari internal maupun eksternal. Pandemi membuat berbagai perubahan dalam waktu cepat dan berpotesi mengganggu kesehatan mental berbagai lapisan masyarakat.
" Disinilah langkah konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional menjadi semakin krusial sebagai deteksi dini dan menghindari risiko jangka panjang seperti depresi, PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder) maupun OCD (Obsessive Compulsive Disorder)," ujar Rena.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
