Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Foto : Ilustrasi
Dream - Tifus, atau banyak orang menyebutnya sebagai tipes, merupakan salah satu penyakit dengan jumlah pasien tergolong masih tinggi di Indonesia. Selama ini banyak orang memahami penyakit Prevalensi demam tifoid ini muncul karena faktor kelelahan.
Penyebab tifus karena kelelahan memang tak sepenuhnya salah. Namun faktor utama seseorang bisa terserang tifus adalah makanan yang terkontaminasi bakteri Salmonella Typhi.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Suzy Maria, Sp.PD-KAI dalam peluncuran kampanye #SantapAman yang digelar Sanofi Pasteur Indonesia menjelaskan banyak penyebab makanan bisa terkontaminasi bakteri penyebab penyakit tifus.
"Pertama, melalui risiko dari orang yang menyiapkan makanan. Seorang koki atau chef bisa menularkan penyakit demam tifoid melalui makanan yang disiapkan jika ia tidak bisa menjaga kebersihan tangannya," jelasnya.
Cara mengolah makanan juga bisa menjadi perantara bakteri Tyfus berada di dalam makanan. Seseorang yang sedang memasak bisa jadi tak sadar pisau yang digunakan untuk memotong sayur dan daging terkontaminasi bakteri Salmonella Typhi.
Bakteri penyebab tifus juga bisa muncul dari air yang digunakan untuk mencuci bahan makanan. Dengan kata lain banyak perantara yang bisa menjadi pemicu bakteri masuk ke dalam makanan.
Penularan penyakit juga dapat terjadi saat berbagi makanan. Seseorang yang menyentuh makanan yang akan dimakan bersama tanpa membersihkan tangan terlebih dahulu bisa jadi membawa bakteri tersebut.
Cara mengolah makanan juga harus menjadi perhatian untuk terhindar dari penyakit tifus. Mengonsumsi makanan atau air yang kurang matang bisa meningkatkan risiko tertular bakteri Salmonella Typhi.
Bahan makanan atau air yang dimasak kurang matang tidak cukup untuk membunuh bakteri yang ada di makanan dan air tersebut.
"Penyimpanan makanan yang tidak higienis, turut menjadi faktor penularan demam tifoid. Tidak semua makanan disarankan disimpan di suhu kamar, misalnya seperti daging," ungkapnya lagi.
Penanganan untuk pasien yang sudah terserang penyakit tifus adalah dengan menjalani perawatan di rumah sakit. Namun upaya pencegahan juga bisa dilakukan masyarakat.
Untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari bakteri Salmonella Typhi, masyarakat bisa meminta dilakukan vaksinasi tifoid. Vaksin ini bisa dilakukan kepada pasien berusia minimal 2 tahun.
"Untuk mendapatkan perlindungan maksimal, seseorang direkomendasikan mendapat vaksinasi tifoid setiap tiga tahun sekali," imbuhnya.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya


Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking