Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Cara Membedakan Pilek Dan Tenggorokan Kering Gejala Covid-19 Atau Pengaruh Cuaca (Foto: Shutterstock)
Dream - Virus corona Covid-19 kini telah menjadi pandemi dan menimbulkan kecemasan ke seluruh penduduk dunia. Penyebaran virus yang berasal dari Wuhan, China ini setiap hari terus meningkat di luar Tiongkok.
Beberapa gejala terserang virus corona adalah badan demam di aats 38 derajat celcius dan pernapasan terasa sesak. Jika mengalami gejala pilek dan tenggorokan kering, apakah pertanda kita terinfeksi corona?
Meskipun pilek dan tenggorokan kering bisa menjadi salah satu gejala awal dari virus corona covid-19, namun hal pertama yang harus dilakukan adalah jangan panik.
Gejala awal Covid-19 memang hampir sama dengan flu pada umumnya. Seperti demam, batuk, pilek, ataupun tenggorokan yang terasa kering. Namun ada sedikit perbedaan dari keduanya. Lalu bagaimana membedakan pilek dan batuk kering karena pengaruh cuaca?

Dilansir dari intermountainhealthcare.org, Virus corona baru atau Covid-19 adalah virus jenis baru yang sebelumnya tidak terlihat pada manusia. Virus Covid-19 dapat menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. Empat virus corona lain yang sebenarnya sangat umum dan biasanya menimbulkan gejala ringan adalah flu biasa.
Namun pada kasus Covid-19, penyebarannya dapat mengakibatkan penyakit kronis pada kelompok tertentu. Misalnya pada usia diatas 50 tahun ke atas yang dibarengi dengan kondisi dasar seperti penyakit jantung, radang paru-paru hingga diabetes
Gejala Covid-19 meliputi:
Suhu tubuh normal manusia adalah 36-37 derajat celcius. Suhu diatas 38 derajat celcius dikategorikan sebagai demam. Gejala ringan biasanya muncul secara bertahap. Biasanya muncul antara 3-4 hari setelah terpapar virus. Dan maksimal adalah selama 14 hari.
Namun dalam beberapa kasus, seseorang yang terinfeksi virus Corona, tidak menunjukkan gejala apapun. Dalam kasus seperti ini, mengkarantina diri sendiri adalah solusinya. Hal ini membantu mengentikan penyebaran virus corona covid-19. Selain itu dengan memperbanyak makanan bergizi dan menambah daya tahan tubuh, akan membantu penghentikan penyebaran virus corona tersebut.
Penanganan pada kasus dengan gejala ringan ini, akan hilang setelah 14 hari. Itulah sebabnya mengapa 14 hari dijadikan patokan dalam self quarantine. Sekitar 80 persen orang yang mendapatkan COVID-19 akan pulih tanpa memerlukan perawatan khusus.
Tetapi, satu dari enam orang yang terinfeksi virus corona ini akan menjadi semakin parah. Dengan gejala yaitu kesulitan bernapas. Biasanya ini akan lebih banyak menyerang usia yang lebih tua dengan penyakit bawaan seperti jantung, diabetes atau radang paru-paru.

Perubahan cuaca yang tidak menentu saat ini, juga membuat dampak bagi kesehatan. Salah satu yang paling umum adalah pilek dan tenggorokan yang terasa kering. Namun ditengah mewabahnya virus corona covid-19, gejala-gejala seperti pilek dan tenggorkan kering dapat menjadi salah satu sumber kepanikan masyarakat.
Beberapa orang mungkin selalu mengalami gejala yang sama saat perubahan cuaca terjadi. Hal tersebut adalah hal yang wajar. Untuk itu, jangan langsung menganggap gejala tersebut sebagai gejala virus corona. Hal terbaik adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh, serta selalu ikut anjuran untuk melakukan social distancing atau melakukan self quarantine.

Virus corona Covid-19 dan flu biasa memiliki gejala awal yang sama. Keduanya pun dapat menyebabkan munculnya gejala kesulitan pernapasan.
Menurut healthdirect.gov.au, influenza sering kali meliputi nyeri otot dan sakit kepala, sementara gejala-gejala ini jarang terjadi pada Covid-19.
Dilansir dari alodokter.com, berikut ini adalah perbedaan gejala flu biasa dengan gejala virus Corona covid-19.
Flu biasa
Flu biasa terjadi ketika rhinovirus menyerang saluran pernapasan. Umumnya, keluhan yang muncul datang dari hidung dan tenggorokan (saluran pernapasan atas). Gejala-gajalanya adalah sebagai berikut:
Gejala-gejala tersebut biasanya muncul 1–3 hari setelah terpapar virus dari orang lain yang sedang sakit.
Virus corona covid-19
Sama seperti rhinovirus, virus corona covid-19 juga menginfeksi saluran pernapasan. Oleh karena itu, orang yang menderita corona covid-19 bisa mengalami gejala yang mirip dengan flu biasa.
Ada 3 gejala utama yang dapat muncul pada corona covid-19, yaitu:
Pasien juga bisa mengalami nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek, diare, mual, dan muntah. Namun, gejala ini jarang terjadi dan tidak khas pada pasien corona covid-19.
Pada kasus yang parah, infeksi virus corona covid-19 bisa menyebabkan komplikasi yang serius, seperti sindrom gangguan pernapasan akut, pneumonia (infeksi paru) yang berat, edema paru, dan kegagalan fungsi organ-organ tubuh, misalnya ginjal.
Jika mengalami gejala seperti diatas, sebaiknya jangan langsung ke rumah sakit. Karena justru penyebaran virus corona covid-19 lebih rentan terjadi di rumah sakit. Saat tubuh kekurangan imun, akan sangat mudah untuk terinfeksi penyakit lain, terutama virus corona covid-19.
Untuk itu, sebaiknya tetap diam dirumah. Melakukan karantina diri agar tidak menyebar ke orang lain. Selain itu selalu mengkomsusi makanan yang bergizi dan menambah daya tahan tubuh. Lakukan selama 14 hari, untuk mencegah penyebaran yang lebih parah.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan