Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Ilustrasi Virus Corona COVID-19 (Foto: Live Science.com)
Dream – Serupa tapi tak sama. Begitulah kiranya awal-awal kita menyebut flu biasa dengan virus corona. Perbincangan mengenai virus corona jenis baru ini memang menjadi trending di kalangan masyarakat dunia.
Virus yang bermula dari kota Wuhan, Cina itu memang menjadi tragedi memilukan yang menyebabkan ketakutan hingga kematian di masyarakat.
Penyebaran virus corona memang sangat cepat. Apalagi, gejala virus ini pun hampir sama dengan flu biasa. Sehingga terkadang masyarakat tidak mengetahui secara pasti. Apakah sakit yang dideritanya itu flu biasa atau malah terpapar virus corona.
Keduanya sama-sama menyerang saluran pernapasan. Bahkan, kedua jenis virus itu dapat tersebar dengan sangat mudah dengan menyentuh orang yang sudah terpapar, atau menyentuh permukaan benda yang sudah terkontaminasi virus.
World Healt Organization atau WHO sudah merilis informasi yang memudahkan kita membedakan flu biasa dengan virus corona.
Dilansir dari Live Science, mari simak ulasan bedanya flu biasa dengan virus corona di bawah ini:

Gejala dan tingkat keparahan virus flu musiman (yang meliputi virus influenza A dan influenza B) dan COVID-19 adalah virus menular yang menyebabkan penyakit pernapasan.
Gejala yang diderita penderita flu biasa menunjukkan tanda-tanda demam, batuk, sakit tenggorokan, sakit otot, sakit kepala, hidung tersumbat, kelelahan, dan biasanya juga disertai muntah dan diare. Gejala ini pun seringkali muncul secara tiba-tiba dan akan sembuh selama kurang dari dua minggu.
Sementara itu, para dokter dan ilmuwan menemukan gejala pada penderita virus corona yaitu, demam, batuk, dan sesak napas. Berdasarkan penelitian dalam jurnal The Lancet hanya sekitar 5 persen pasien corona mengalami sakit tenggorokan dan pilek. Sedangkan, hanya 1 hingga 2 persen yang mengalami diare, mual, dan muntah.

Virus pernapasan menimbulkan gejala yang sama, bisa sulit untuk membedakan berbagai virus pernapasan berdasarkan gejalanya saja.
Apalagi gejala flu biasa dengan virus corona memang mirip. Maka perlu mengenali bedanya flu biasa dengan virus corona.
Penyebaran virus corona ternyata lebih lambat daripada influenza. Masa inkubasi flu biasa lebih cepat daripada corona.
WHO menyebut gejala flu biasa tampak atau bahkan sembuh selama kurang lebih tiga hari. Sedangkan corona membutuhkan waktu sekitar lima sampai enam hari. Itulah bedanya flu biasa dengan virus corona.

Corona mulai menginfeksi orang lain dalam waktu dua hari tertular dan sebelum mereka menunjukkan gejala. Sedangkan flu biasa, ditularkan pada dua hari pertama setelah gejala dimulai dan bisa bertahan hingga satu minggu.
Artinya, virus corona dapat menular ke orang lain bahkan sebelum orang yang menulari itu mengetahui apakah dirinya terpapar virus corona ataukah tidak.
Ukuran yang digunakan oleh ilmuwan di Amerika untuk menentukan seberapa mudah virus menyebar disebut dengan istilah Angka Reproduksi Dasar atau RO. Dari penelitian tersebut nilai RO virus influenza sekitar 1,3. Para peneliti di belahan bumi manapun saat ini masih berusaha mencari nilai RO untuk virus corona.
Studi New England Journal of Medicine memperkirakan nilai RO virus corona ada pada angka 2 dan 3. Artinya setiap orang yang terinfeksi corona COVID-19 telah menyebarkan virus ke rata-rata 2 hingga 3 orang. Akan tetapi, perlu diketahui juga bahwa ternyata nilai RO bukanlah angka yang konstan.

Bedanya flu biasa dengan virus corona yang lebih mengerikan lagi adalah, virus corona ini lebih mematikan daripada flu biasa. Karena, tingkat kematian untuk virus corona semakin hari semakin bertambah.
Dari penjelasan laporan WHO, jumlah kasus yang dilaporkan dibagi dengan jumlah kematian menunjukkan hasil sekitar 3 hingga 4 persen. Meski kemungkinan lebih rendah karena mungkin masih ada kasus yang belum masuk laporan. Sementara tingkat kematian akibat flu hanya 0,1 persen.
Direktur National of Allergy and Infection Disease, Anthony Fauci mengatakan, terlepas dari morbiditas dan mortalitas yang disebabkan, namun menurutnya ada satu kepastian bahwa flu yang disebabkan oleh virus influenza bersifat musiman.
Misalnya di Indonesia, musim hujan menjadi musim flu karena banyak orang rentan terkena virus influenza.
Menurut The New York Times, tingkat kematian flu biasa sekitar 0,1 persen di AS. Sedangkan, dalam studi CDC Weekly di China, tingkat kematian akibat COVID-19 sekitar 2,3 persen di China. Namun tampaknya tingkat kematian akibat COVID-19 bervariasi berdasarkan lokasi dan usia seseorang.

Flu biasa menyebabkan wabah setiap tahun. Hal ini tidak boleh disamakan dengan virus corona. WHO telah menetapkan virus corona sebagai pandemik karena menjadi wabah internasional dan menyerang secara global secara bersamaan. Ini merupakan pertama kalinya WHO menetapkan pandemik atas virus corona

Karena jenis virus yang berbeda, maka tentu saja pencegahannya pun juga berbeda. Flu biasa dapat dicegah dengan pemberian vaksin. Sementara, vaksin untuk virus corona ini masih dalam masa uji coba oleh berbagai negara. Tentu saja uji coba vaksin memerlukan waktu yang lama.
Akan tetapi, secara umum The Center for Disease Control and Prevention atau CDC telah merekomendasikan beberapa hal untuk pencegahan virus corona. Berikut ulasannya:
Itulah beberapa ulasan tentang bedanya flu biasa dengan virus corona. Pemeriksaan secara medis sangat disarankan untuk mengetahui apakah anda terpapar virus corona atau tidak. Karena gejala yang mirip susah sekali terdeteksi tanpa bantuan tenaga dan juga alat medis. Maka dari itu, anda perlu memahami cara mengenali bedanya flu biasa dengan virus corona tersebut.
(Sah, Laporan: Arini Sa'adah)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan