Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Jika kita merasakan batuk di tengah pandemi corona ini, seringkali kita menjadi cemas sebab memiliki gejala yang mirip dengan Covid-19. Sangat penting untuk mengetahui apa yang harus diwaspadai.
Demam, merupakan gejala utama pada kasus COVID-19, berdasarkan World Health Organization (WHO) suhu demam itu sekitar 38° C atau lebih. Kemudian sesak napas, salah satu ciri khas COVID-19, sering muncul pada kasus yang lebih lanjut.
WHO mengatakan sekitar 68% orang dengan gejala virus corona menunjukkan batuk kering, gejala paling umum kedua. Seperti apa batuk kering?
“ Secara umum, batuk kering berarti Anda batuk tetapi tidak ada yang muncul, seperti dahak atau lendir,” kata Purvi Parikh, M.D., Ahli Alergi, Allergy & Asthma Network.
Jika saat batuk keluar dahak secara teratur, kemungkinan mengalami batuk basah. Batuk kering ini tak ada dahak dan cenderung lebih menyiksa.
“ Banyak hal yang dapat menyebabkan batuk kering, termasuk alergi dan berada di dalam ruangan dengan udara kering sepanjang hari,” kata Dr. Aline M. Holmes, D.N.P., R.N., seorang professor rekanan klinis di Rutgers University School of Nursing.
Seperti apa rasanya batuk kering? Secara umum, rasanya seperti batuk tanpa dahak. Bisa juga merasa seperti tenggorokan kekeringan, gatal, atau sesak di dada.

Menurut dr. Holmes, batuk kering yang sering dialami orang yang terinfeksi virus corona adalah batuk yang sangat dalam dari dasar paru-paru.
Kapan harus khawatir dengan batuk kering sebagai gejala Covid-19? Bila batuk tersebut disertai gejala demam dengan suhu 38° C.
Laporan Cindy Azari/ Sumber: Prevention
Dream - Demam merupakan penanda kalau sistem imunitas tubuh sedang 'berperang' melawan virus atau bakteri. Setelah suhu tubuh turun menuju normal antara 36 hingga 37 derajat celcius, kita pun merasa lebih baik.
Sayangnya, tak selalu demikian. Penurunan demam tak selalu jadi patokan kalau gejala lain akan mereda secepatnya. Mengapa demikian?
" Banyak pasien yang ingin pilek hanya berlangsung beberapa hari, tetapi orang dapat memiliki gejala selama satu atau dua minggu, bahkan tiga minggu dari virus biasa," kata dr. John Dougherty, dokter perawatan primer di UCLA Health, Beverly Hills, California.
Ia menjelaskan bahwa gejala-gejala seperti batuk yang disebabkan oleh virus flu atau infeksi sama-sama disebabkan oleh kondisi dari respons sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit.
" Kita memiliki sel darah putih yang akan bergerak untuk melawan apapun yang menyebabkan penyakit, jadi bahkan setelah flu tubuh masih melakukan proses dalam menyelesaikan peradangan dan dapat menyebabkan gejala persisten," kata Dougherty.
Lendir menumpuk ketika flu, rongga hidung dan sinus akan terus meneteskan lendir di belakang tenggorokan. Hal ini akan memicu efek menggelitik.
" Kondisi tersebutlah yang membuat kita ingin batuk," ujar dr. Laura Boyd, perawatan primer di Pusat Kesehatan Elmhurst-Edward di Addison, Illnois.
Boyd mengatakan produk pembersihan sinus dapat membantu membilas sinus. Konsumsi obat antihistamin, juga dapat membantu mengeringkan lendir.
Batuk yang terus menerus juga bisa karena infeksi sekunder. Contohnya pada kasus pneumonia pasca-virus.
" Kadang kita mendapatkan infeksi virus seperti flu, kemudian sistem kekebalan tubuh akan sibuk melawannya dan infeksi bakteri dapat terjadi sehingga membutuhkan perawatan kedua kalinya atau perawatan yang berbeda berbeda," kata Dougherty.

Batuk juga dapat disebabkan oleh asma. Orang yang terkena flu dan memiliki riwayat asma butuh penanganan lebih.
" Saluran udara kecil ke paru-paru dapat menyempit dan itu akan menyebabkan sesak, ketika mendapatkan sesak dan batuk, kitu bisa menjadi penyakit yang lain selain batuk dan pilek," kata Boyd.
Untuk masalah batuk yang lebih serius, seperti penyakit jantung dan kanker paru-paru, Dougherty mengatakan sangat sedikit orang yang menderita batuk juga menderita kanker paru-paru.
" Tapi, tidak ada yang tahu tubuh kamu sebaik diri kamu sendiri, jadi jika merasa ada sesuatu yang tidak beres, maka pergilah periksa," katanya.

Ada tanda yang haru diwaspadai dan batuk harus segera diperiksakan. Antara lain saat batul lebih dari dua minggu, jika ada perubahan batuk seperti batuk kering menjadi batuk berlendir atau batuk berdarah.
Laporan Cindy Azari/ Sumber: HealthLine
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya