Resisten Obat Antimikroba Efeknya Seperti Silent Pandemi

Reporter : Mutia Nugraheni
Rabu, 30 November 2022 13:12
Resisten Obat Antimikroba Efeknya Seperti Silent Pandemi
“Resistansi antimikroba (AMR) terjadi ketika bakteri, virus, jamur, dan parasit berubah dari waktu ke waktu dan tidak lagi merespons obat-obatan".

Dream - Resistensi Anti Mikroba atau AMR saat ini menjadi masalah dan ancaman global bagi kesehatan seluruh di seluruh negara. Kondisi ini bisa dikatakan sebagai pandemi senyap (silent pandemic) karena angka kematiannya cukup tinggi.

Berdasarkan WHO (Badan Kesehatan Dunia), AMR mengancam pencegahan dan pengobatan yang efektif dari berbagai infeksi yang terus meningkat yang disebabkan oleh bakteri, parasit, virus dan jamur. AMR merupakan kondisi ketika mikroorganisme seperti bakteri, virus, fungi dan parasit menjadi resisten atau kebal terhadap antimikroba (antibiotik, antivirus, antifungal, antiparasit) yang sebelumnya efektif untuk mencegah atau membunuh mikroorganisme tersebut.

Menurut dr. Harry Parathon, Sp.OG (K), Ketua Pusat Resistansi Antimikroba Indonesia (PRAINDO), AMR bisa berujung pada kematian.

“ Resistansi antimikroba (AMR) terjadi ketika bakteri, virus, jamur, dan parasit berubah dari waktu ke waktu dan tidak lagi merespons obat-obatan sehingga membuat infeksi lebih sulit diobati dan meningkatkan risiko penyebaran penyakit hingga kematian,” ujar dr. Harry dalam webinar yang digelar Sorbact pada 29 November 2022 kemarin.

1 dari 4 halaman

Menurut dr. Harry, saat ini pengendalian AMR sudah berjalan, salah satunya dengan usaha penerapan Antimirobial Stewardship (AMS). AMS menjadi strategi untuk memerangi peningkatan AMR dengan berfokus pada penggunaan antimikroba yang tepat guna oleh profesional kesehatan dengan mengikuti aturan dan pedoman yang sudah ditetapkan, meningkatkan hasil perawatan pasien, mengurangi resistansi mikroba, dan mengurangi penyebaran infeksi yang disebabkan oleh organisme yang resistan terhadap obat.

Penggunaan Antibiotik Sembarangan Bisa Jadi Ancaman Global© MEN

“ AMS menjadi penting di semua area perawatan kesehatan termasuk area spesialis manajemen luka,” ujarnya.

2 dari 4 halaman

Ia menambahkan bahwa salah satu area yang saat ini masih memiliki tingkat penggunaan antibiotik yang tinggi adalah perawatan luka. AMR mempengaruhi prosedur manajemen luka karena luka dapat menjadi saluran infeksi, memungkinkan masuknya mikroba, termasuk yang resistan antimikroba ke dalam jaringan.

Infeksi yang disebabkan oleh bakteri resistan antibiotik lebih sulit untuk diobati dan menyebabkan biaya pengobatan yang lebih tinggi, perawatan di rumah sakit yang lebih lama, dan meningkatkan risiko kematian.

Dengan mengendalikan mikroba, infeksi dapat dicegah dan dengan demikian mengurangi kebutuhan akan antibiotik. Sekitar 70% bakteri penyebab infeksi pada luka, resisten terhadap sedikitnya 1 jenis antibiotik yang umum digunakan.

 

Laporan: Meisya Harsa Dwipuspita

3 dari 4 halaman

Benarkah Konsumsi Obat Hipertensi Bisa Sebabkan Gangguan Fungsi Ginjal?

Dream - Meski banyak jenis obat minum yang telah tersedia untuk mengatasi berbagai penyakit, tidak semua orang mau mengonsumsinya. Alasannya pun beragam.

Selain tidak terbiasa, sebagian orang menganggap minum obat bisa merusak fungsi ginjal. Terutama, jika harus dikonsumsi rutin seperti untuk mengobati hipertensi.

Padahal, pengobatan tersebut sangat penting untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Pada pengobatan hipertensi, obat minum yang dianjurkan juga berfungsi untuk mencegah gangguan fungsi ginjal dari komplikasi darah tinggi.

Hipertensi© Shutterstock

Foto: Shutterstock

Berdasarkan unggahan Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Decsa Medika Hartanto, semakin tinggi tekanan darah akan meningkatkan risiko kerusakan ginjal berat. Jika tidak diobati, penderita hipertensi berpotensi mengalami gagal ginjal kronis yang menyebabkan mereka harus cuci darah.

Selain mengonsumsi obat rutin, penderita juga harus kontrol ke dokter setiap bulan untuk menjaga kondisi kesehatan secara berkala. " Jika tensi terkontrol dengan baik, maka risiko gagal ginjal pun dapat diminimalkan," tutupnya.

Beri Komentar