Roemah Kebaya Pamerkan Bordir Asli Payakumbuh di IFW 2018

Reporter : Rizki Astuti
Rabu, 28 Maret 2018 17:40
Roemah Kebaya Pamerkan Bordir Asli Payakumbuh di IFW 2018
Ada 12 koleksi yang dipamerkan di sana,

Dream - Roemah Kebaya turut meramaikan ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2018. Kali ini, Roemah Kebaya memamerkan 12 koleksi bertema 'Swing Flower'.

Menurut desainer sekaligus owner dari Roemah Kebaya, Vielga Wennida, tema tersebut diambil karena sebagian besar rancangan berbahan sutra organdi yang ringan dan memberi kesan 'melambai'.

Semua kebaya yang ditampilkan juga menggunakan bordiran handmade. " Saya ingin memperlihatkan bordir Indonesia yang bagus. Karena memang yang manual lebih bagus dan detil," ujar Vielga saat ditemui di JCC, Rabu 28 Maret 2018.

roemah kebaya

Bordiran asli Indonesia yang dipilih berasal dari Payakumbuh, Sumatera Barat. Desain motif yang dipilih adalah bunga yang bermekaran. Warna-warna yang ditampilkan lebih mencolok, seperti shocking pink, merah, dan hijau mint.

" Inspirasi diambil dari bordiran tiga dimensi. Saya suka sekali dengan bunga-bunga, seperti mawar, krisan, lili, dan anggrek. Itu semua saya aplikasikan ke busana kebaya," tuturnya.

roemah kebaya

Roemah Kebaya sudah berdiri sejak 2011. Kebaya yang dihadirkan cocok untuk wanita berusia 25 hingga 45 tahun. Busana ini juga bisa dikenakan untuk wanita berhijab maupun tidak

Desain yang ditampilkan sangat fleksibel bisa digunakan dalam segala suasana acara. Mulai dari pakaian harian, hingga menghadiri pesta.

roemah kebaya

" Desain ini bisa digunakan gaun, dress, outer, dan bisa dipadukan dengan sapatu boot," katanya lagi.

Untuk busana yang ditampilkan di panggung IFW, Roemah Kebaya membandrol harga Rp3 juta- Rp. 4,5 juta. Sedangkan reguler bisa dimiliki mulai dari Rp1 juta.

1 dari 1 halaman

Hadir Kembali, IFW 2018 Lirik Objek Wisata Indonesia

Hadir Kembali, IFW 2018 Lirik Objek Wisata Indonesia © Dream

Dream - Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) kembali menggelar perhelatan busana Indonesia Fashion Week (IFW) di Jakarta Convention Center, pada 28 Maret - 1 April 2018.

Mengusung tema 'Cultural Identity', ragam warisan budaya Nusantara akan diangkat menjadi karya busana. Kali ini, giliran Danau Toba, Candi Borobudur dan Labuan Bajo yang menjadi sorotan.

" Acara ini akan selalu berbasis budaya. Dari Daftar 10 Destinasi Prioritas Indonesia, kami pilih tiga tempat tersebut untuk dijadikan sebagai Rumah Kreatif," tutur Poppy Dharsono, Ketua APPMI di Jakarta, Jumat 26 Januari 2018.

Ketiga destinasi wisata bukan hanya sebagai objek inspirasi. Desainer juga dianjurkan untuk mengangkat karya seni sebagai bahan material busana. Selain ragam tekstil, bahan kulit dan berbagai perhiasan juga akan melenggang di panggung IFW 2018.

Acara yang digelar selama lima hari tersebut akan dihadiri oleh 200 perancang busana. Tak hanya desainer papan atas, IFW 2018 juga turut menghadirkan desainer muda dari berbagai institut desain Indonesia.

Selain itu, pengunjung bisa berbelanja di area pameran yang menghadirkan lebih dari 460 peserta. Berbagai kuliner, pakaian, tekstil, workshop dan oleh-oleh Nusantara dapat dinikmati di acara nanti.

Perhelatan busana tersebut sekaligus menjadi ajang grand final dari Indonesia Young Fashion Designer Competition (IYFDC). Sebanyak 21 semi-finalis dari institut desain akan membawakan hasil karya untuk dilombakan.

(Sah/Laporan: Annisa Mutiara Asharini)

null

Beri Komentar