Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Sakit Kepala/ Shutterstock
Dream – Bagi penderita migrain, sakit kepala adalah hal yang bisa muncul kapan saja. Sayangnya, rasa tak nyaman tersebut juga kerap muncul saat bersenang-senang ketika liburan.
Maksud hati ingin bersantai dan menikmati momen bebas pekerjaan, yang terjadi malah tubuh jadi tak bersemangat. Hal ini lantaran rasa sakit yang muncul di kepala.
Ternyata ada banyak penyebab sakit kepala datang ketika kita dalam keadaan santai. Sahabat Dream penasaran pemicunya?
1. Sakit kepala let-down
Coba bayangkan, Sahabat Dream baru saja duduk di kursi pantai dan sudah siap menikmati indahnya matahari terbenam tiba-tiba migrain datang. Sakit kepala ini dikenal sebagai let-down.
“ Sakit kepala let-down biasanya terjadi ketika ada penurunan tingkat stres,” kata Deena Kuruvilla seorang ahli saraf dan direktur Westport Headache Institute dikutip dari Health.
Menurutnya, banyak pasien dengan migrain kronis telah mengontrol migrain mereka dengan perawatan pencegahan. Meski demikian, ketika mereka pergi berlibur, serangan ini terjadi. Sebuah penelitian dari Jurnal Neurology mengatakan, bagi sebagian orang sakit kepala tidak dipicu dari stres, tetapi justru ketika stres tersebut dilepaskan.
Untuk menghindari hal ini terjadi, National Migraine Foundation menyarankan untuk menstabilkan tingkat stres dengan tidur yang cukup, mengatur waktu, dan menghabiskan waktu berkualitas bersama pasangan atau teman. Terutama sebelum berangkat liburan.
Sebenarnya, tidak setiap aspek liburan adalah kebahagiaan. Beberapa kegiatan sebelum berangkat liburan bisa menambah sakit kepala seperti pengepakan baju di menit-menit terakhir hingga ada insiden yang menyebalkan saat liburan seperti macet.

Sekali lagi, strategi menenangkan diri adalah cara terbaik untuk mencegah sakit kepala. Coba lakukan latihan pernapasan di bandara, dan biarkan diri istirahat dengan tenang.
Beberapa orang sulit tidur ketika tidak berada di kamar atau kasurnya. Ada pula orang yang sulit beradaptasi saat jetlag. “ Bepergian melintasi zona waktu dapat ritme sirkadian seseorang berantakan, yang berkontribusi pada gangguan tidur dan serangan migrain,” kata dr. Kuruvilla.

Agar istirahat lebih baik, jangan bermain handphone sebelum tidur. Kondisikan kamar tidur tetap sejuk dan gelap, dan usahakan mengikuti rutinitas waktu tidur.
“ Kehilangan air tubuh 1-2% dapat meningkatkan peluang terkena sakit kepala. Penting untuk mendapatkan air yang cukup," kata Maryann Walsh, seorang pakar gizi.

Perjalanan darat, laut maupun udara, kerap membuat kita malas minum dan kekurangan cairan. Kelembaban rendah di kabin pesawat juga bisa menyebabkan dehidrasi saat liburan. Untuk pastikan selalu ada botol air di dalam tas yang di bawa ke mana pun.
Bagi sebagian orang, makanan tinggi zat seperti tiramin, nitrat, sulfit, dan zat buatan dapat menjadi pemicu sakit kepala. Menurut Klinik Cleveland, penyebab lain sakit kepala juga karena keju, daging yang diawetkan dan hidangan fermentasi.

Fluktuasi asupan kafein juga dapat memicu sakit kepala. Penting untuk menjaga pola makan tetap sehat selama liburan demi terhindar dari sakit kepala.
Saat menapaki jalan berliku di pegunungan, mungkin sangat menyenangkan karena udara begitu segar dan suhu lebih dingin. Tetapi, perubahan ketinggian bisa menjadi penyebab sakit kepala.
Menurut American Migraine Foundation, sakit kepala sering terjadi saat berada di ketinggian 8.500 kaki atau lebih. “ Penelitian telah mengkonfirmasi bahwa semua gejala terkait migrain, frekuensi sakit kepala dan keparahan sakit kepala cenderung memburuk dengan meningkatnya ketinggian,” jelas Kuruvilla.
Laporan Elyzabeth Yulivia
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang