Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Film 'American Sharia' (Aquila-Style)
Setelah ada Hollywood, kemudian muncul Bollywood. Sekarang ada lagi istilah baru ‘Halalywood’. Bisa ditebak asal istilah itu dari kata halal. Ini akan menjadi jalan bagi generasi muda muslim modern untuk berekspresi dan menikmati hiburan, yang halal tentunya. Caranya dengan tidak menanggalkan keimanan.
Langkah pertama di dunia film dilakukan Omar Regan, bintang Hollywood dan komedian kelahiran Detroit, Amerika Serikat, seperti dilansir Aquila-Style, (1/4/2014). Dia ingin berkarya secara halal di dunia film. " Misi kami, memberikan hiburan halal," kata Regan. Gerakan ini dilakukannya karena ada satu miliar muslim seluruh dunia. Tapi tidak ada film yang memenuhi kebutuhan dan cerita yang pas buat mereka.
“ Aku tinggalkan Hollywood dan aku akan menjadi 'Halalywood',” kata Regan. Misinya memberikan edukasi kepada publik tentang muslim dan Islam. Dia ingin menyuguhkan platform baru bagi pemuda muslim baik penulis, aktor, dan sutradara untuk berkreasi secara halal.
Regan membuktikan. Dalam waktu dekat dia akan merilis film halal pertamanya 'Amerika Syariah'. Film action komedi ini bercerita tentang pejabat pemerintah nakal yang menggunakan Islamophobia untuk mempertahankan kekuasaan. " Generasi baru ini menunjukkan bahwa Islam dan hiburan bisa berjalan beriringan," tulis bintang Rush Hour 2 ini.
Industri musik sudah memulai sepuluh tahun sebelumnya. Salah satu artis muslim yang mendunia, Maher Zain menunjukkan taringnya. Pria 32 tahun asal Lebanon itu mulanya berprofesi sebagai penyanyi R&B di Swedia. Dia kerap menulis lagu dan menjadi produsernya. Banyak juga muslim yang berbondong-bondong masuk aliran hip-hop. Mereka menggunakan media ini untuk mendukung Palestina dan Suriah. Meski di industri ini masih menuai kritik karena penggunaan alat-alat musik.
Tapi ada pesan apa di balik tren semua ini? Dan mengapa muslim kini menegaskan kembali iman mereka dengan cara baru, inovatif dan kreatif?
Dunia sosial media diakui memberi pengaruh besar terhadap kreasi industri hiburan muslim. Termasuk setelah peristiwa penyerangan Menara Kembar di Amerika atau yang dikenal peristiwa 9/11. Kaum muda muslim di seluruh dunia tumbuh dan bangkit dengan penafsiran dan menerapkannya dengan cara-cara baru. Mungkin ini bentuk 'pemberontakan' remaja muslim yang menjadi ujung tombak perubahan tren. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya