Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Shutterstock)
Dream - Menjaga kebersihan kamar mandi tidak hanya dilakukan dengan mencuci semua perabot serta dindingnya. Membuat kebiasaan yang bersih dan sehat di ruangan ini juga sangat berpengaruh pada kebersihannya.
Salah satunya adalah memerhatikan kebiasaan saat buang air besar. Mungkin masaih ada di antara Sahabat Dream yang bingung kapan harus menutup kloset? Sebelum atau setelah menekan tombol flush?
Dermatologis Arthur Simon menjelaskan faktanya melalui Instagram. " Ketika toilet di flush, serpihan-serpihan poop (faeces) beserta bakteri-bakterinya beterbangan..... kemana-mana..... Bahkan ke sikat gigimu yang ada di wastafel..," ungkapnya.
Kebiasaan tidak menutup kloset ketika menekan tombol flush bisa menyebabkan perabotan di kamar mandi beserta seluruh permukaannya menjadi penuh bakteri.

Bakteri juga akan hinggap ke seluruh permukaan kulitmu, terutama bokong ketika menekan tombol flush saat masih duduk di kloset.
Sangat disarankan Sahabat Dream menutup kloset sebelum menekan tombol flush untuk menjaga kebersihan kamar mandi, perabotan di dalamnya, maupun dirimu sendiri.
Dalam kolom komentar, ternyata masih banyak orang yang tidak menutup kloset ketika menekan tombol flush. Beberapa di antaranya juga menggunakan WC jongkok.
" Dirumh jongkok jdi ya gitu lh guyur² aje," tulis @amel.alfarezi.
" Aku tim lagi kegiatan sambil di flush biar gak bau," kata @dinalsari.
" Tiap plung flush! No debat! Aku ga bisa nggak... tp selama pup selalu siram2 depan blkg, pokoknya royal air deh," ujar @elevendcorner.
Dream – Kasus Covid-19 memang sudah menurun, namun status pandemi masih berlangsung. Jangan lengah untuk menjaga kebersihan diri dan sekitar, terutama kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
Dokter Imran Agus Nurali, Sp.KO, selaku Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan, mengungkap kalau kebiasaan cuci tangan pakai sabun (CTPS) menjadi indikator utama dari pola hidup bersih dan sehat.
Bahaya 'Hidden Sugar', Selalu Tengok Info Gizi dalam Kemasan
“ Di Indonesia sendiri, kebiasaan cuci tangan pakai sabun yang merupakan bagian dari protokol kesehatan 3M sudah semakin meningkat karena Kemenkes mengkampanyekan kebiasaan ini dari dulu bahkan sebelum pandemi, khususnya di sekolah,” kata dr. Imran dalam peluncuran kampanye Indonesia Bergerak Lawan Kuman pada Rabu, 27 Oktober 2021.
Sayangnya, masih banyak masyarakat yang kurang sadar akan pentingnya perilaku hidup bersih. Selain dapat memutus rantai penyebaran COVID-19, mencuci tangan pakai sabun juga dapat mencegah penyakit lain seperti diare dan pneumonia.
Muhammad Zainal, spesialis WASH UNICEF Indonesia mengungkap kebiasaan cuci tangan pakai sabun juga menjadi investasi cerdas untuk mempersiapkan masyarakat menghadapi kejadian penyakit di masa yang akan datang. Bahkan dapat menghemat biaya kesehatan sampai 15 kali.
Untuk mempromosikan pentingnya pola hidup bersih dan sehat, serta mendukung pemerintah dalam percepatan pengadaan akses air, sanitasi, dan kebersihan yang dikelola dengan aman serta berkelanjutan, Wings Group meluncurkan kampanye yang bertajuk Indonesia Bergerak Lawan Kuman.
Psikolog Ajarkan Teknik Tenangkan Pikiran Saat Down
© © Wings
“ Kami percaya bahwa all good things in life should be accessible for all, demikian pula kehadiran NUVO terlebih dengan kampanye Indonesia Bergerak Lawan Kuman ini merupakan jawaban untuk memperkuat tujuan kami dalam mengedukasi dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir khususnya bagi anak-anak dan keluarga Indonesia,” ujar Gabriella da Silva, Head of Public Relations Wings Group Indonesia.
Bekerjasama dengan UNICEF Indonesia, kampanye ini akan turun langsung berpartisipasi dalam pengadaan fasilitas sanitasi di 150 titik di Nusa Tenggara Timur (NTT), Jawa Timur, dan Jawa Tengah.
Selain berkontribusi membangun fasilitas cuci tangan di 3 provinsi Indonesia, kerjasama ini juga membagikan safe school kits kepada 5000 sekolah dan madrasah di 6 provinsi wilayah kerja UNICEF yakni Aceh, Jatim, Jateng, Sulawesi Selatan, NTT, dan Papua.
Tangan Selalu Basah Keringat Bisa Jadi Gejala Masalah Jantung
Data dari UNICEF menunjukkan, baru 78% rumah tangga di Indonesia yang memiliki fasilitas sanitasi atau cuci tangan. Papua dan NTT sendiri menjadi proporsi rumah tangga yang memiliki sarana terendah sekitar 36% dan 54%.
Kampanye Indonesia Bergerak Lawan Kuman ini diharapkan dapat membawa perilaku hidup bersih dan sehat semakin maksimal dan rata sehingga kualitas kesehatan masyarakat juga ikut meningkat.
Laporan: Elyzabeth Yulivia
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya