Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jenahara Nasution. (Foto: Dream.co.id/ Ratih Wulan)
Dream - Berkembangnya industri busana muslim, menawarkan beragam pilihan gaya untuk muslimah. Membuat koleksi hari raya semakin bervariasi dengan koleksi busana muslim dari desainer pendatang baru.
Tak lagi dress, tunik dan abaya, kini tren padu padan potongan top dan bottom menjadi pilihan yang kian ditonjolkan. Hal tersebut juga diakui Jenahara, yang melihat pergeseran tradisi berbusana di tahun ini.
" Apa yang lagi hot sekarang? Ya semuanya sih, entah itu dari colour gradingnya, konsep atau desainnya. nggak ada istilah, oke sekarang kalau dibilang bawahan yang lagi happening. Tidak seperti itu karena kalau sudah bicara busana muslim pasti semua jadi hype," kata Jenahara yang ditemui di pembukaan Souq Jakarta 2016, di Senayan City pada Rabu, 23 Juni 2016.
Desainer busana muslim ini menilai, tak ada lagi tren hijab yang spesifik di tahun 2016. Hal ini lantaran dipicu banyak pilihan model yang membuat customer bebas menentukan pilihan, sesuai dengan kebutuhannya masing-masing.
Brand Jenahara miliknya selama ini selalu konsiten menampilkan busana clean dan simpel yang selalu mengutamakan kenyamanan. Pilihan ini mempengaruhi Jenahara dalam pemakaian bahan seperti katun dan linen yang dingin saat dipakai.
" Aku selalu ingin men-simplified busana muslim supaya bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Nggak akan pernah nemu baju Jenahara yang tiba-tiba jadi ribet buat dipakai," katanya.
Ditegaskan Jenahara bahwa ia hanya sedikit berinovasi dengan sedikit bermain pada perubahan warna. Kebutuhan busana hari raya yang banyak didominasi warna netral, membuatnya tertarik untuk beralih pada warna-warna nude yang lembut.
" Aku membuat baju itu kan harus sesuai dengan my personality, aku nggak suka ribet dan itu aku aplikasikan dalam Jenahara (label pakaiannya) sehingga sangat merefleksikan aku. Dan kalau warna nude kemungkinan masih akan ada di koleksi setelah hari raya," tutupnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya