Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Sakit Maag (Foto: Shutterstock)
Dream - Maag termasuk penyakit yang umum terjadi pada para pekerja kantoran. Terutama mereka yang kerap telat makan. Salah satu gejala maag yang sering tak disadari adalah sesak nafas.
Banyak orang bahkan mengira sesak napas yang dialaminya merupakan tanda penyakit jantung. Padahal bisa jadi dipicu adanya masalah di lambung. Maag memang bisa memicu rasa nyeri bukan hanya di bagian perut, tapi juga dada dan membuat sesak.
Rasa nyeri tersebut disebabkan refluks isi lambung atau GERD (gastroesophageal reflux disease) berulang ke arah kerongkongan dan menyebabkan rasa panas di belakang dada.
" Sering sekali orang merasa sesak nafas atau sakit di dada sebagai penyakit jantung. Padahal, keduanya jelas berbeda dan tidak berhubungan," ujar Hendra Nurjadin, dokter spesialis penyakit dalam, di Jakarta, Jumat 29 Maret 2019.
Rasa sesak yang dirasakan ketika sakit maag dan jantung koroner pun berbeda. Biasanya pada maag, sesak disertai rasa perih di lambung.
" Sesak karena sakit maag biasanya seperti napasnya terasa kurang panjang dan perih dari area perut hingga kerongkongan. Sedangkan sesak karena jantung bisa sampai 'ngos-ngosan', berat di dada atau seperti tertindih," jelasnya.
Sakit di dada atau sesak nafas juga bukan indikasi parahnya penyakit lambung yang diderita seseorang. Hal tersebut sangat wajar dirasakan.
" Gangguan pencernaan bagian atas seperti esofagus, lambung serta usus dua belas jari dan mengganggu organ lain, biasa disebut dispepsia. Karena organ tersebut berdekatan dengan jantung, paru dan sebagainya," ungkap dr. Hendra.

Jika mengalami maag, bisa mengonsumsi obat maag yang banyak di pasaran. Perbaiki pola makan dan pilih makanan yang tidak memicu asam lambung berlebih, seperti pedas, asam, kopi, cokelat, teh pekat serta yang berlemak maupun berminyak.
" Kalau dengan cara itu tidak sembuh-sembuh juga selama beberapa hari hingga 2 minggu, sebaiknya diperiksakan ke dokter," tutupnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?