Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Foto: Shutterstock
Dream - Berjalan tanpa memakai alas kaki atau earthing sudah menjadi tradisi nenek moyang. Bahkan hingga sekarang masih banyak yang melakukannya.
Cara berjalan ini diklaim lebih sehat karena mampu merangsang titik saraf tertentu. Beberapa manfaat yang bisa didapat diantaranya memperlancar aliran darah, mengatasi insomnia dan menurunkan berat badan.
Beberapa orang bahkan memilih untuk jogging dan berolahraga tanpa memakai alas kaki. Namun, apakah risiko yang mengintai di baliknya?
Perlu diketahui bahwa di telapak kaki terdapat kulit, otot, jaringan ikat serta tulang dan saraf. Semakin banyak berjalan tanpa memakai alas kaki, maka kulit akan semakin tebal.
" Biasanya dikenal dengan istilah kapalan. Tujuannya adalah untuk melindungi jaringan ikat, sendi serta saraf di dalamnya. Namun jika terjadi penebalan di dalam justru bisa menimbulkan rasa sakit," ujar Manfaluthy Hakim, Dokter Spesialis Saraf di acara Neurobion, Jakarta, Rabu 27 Maret 2019.

Permukaan tanah yang kasar begitu juga dengan batuan tajam berisiko menyebabkan disfungsi saraf tepi atau neuropati. Rasa kebas dan kesemutan menjadi tanda awal dari penyakit tersebut.
Sangat disarankan untuk membatasi berjalan tanpa memakai alas kaki. Terutama pada saat berolahraga dengan medan yang berat seperti aspal dan tanah batuan agar tidak memicu cidera tendon, sendi, tulang serta saraf.
" Neuropati yang sudah akut menyebakan rusaknya sistem sensori. Pasien mulai tidak bisa merasakan bahwa lantai itu licin. Akibatnya posisi kaki yang harusnya mencengkram jadi lurus saja sehingga jalan menjadi tidak nyaman dan berisiko terpeleset," ujarnya.
Selain itu, neuropati yang dibiarkan dalam kurun waktu lama akan mematikan saraf secara permanen. Selain kehilangan kemampuan untuk merasa, kaki juga bisa mengecil dan kehilangan fungsi motorik. (ism)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya