Setelah Bumi, Sekarang Sudah Ada Peta Bulan. (Foto: Ilustrasi Bulan Freepik.com)
Dream - Untuk pertama kalinya dalam sejarah, seluruh permukaan Bulan telah dipetakan dan geologinya diklasifikasikan.
Pencapaian besar-besaran di bidang astronomi ini membuka jalan bagi pendaratan di Bulan yang lebih aman di masa depan.
Para ilmuwan dari USGS Astrogeology Science Center, bekerja sama dengan NASA dan Lunar and Planetary Institute, telah menghasilkan 'Peta Geologi Bulan Terpadu'.
Dibuat pada skala 1:5.000.000, keberhasilan ini menandai puncak dari kerja keras ketiga badan yang fokus di bidang angkasa luar itu selama puluhan tahun.

" Orang-orang selalu terpesona oleh Bulan dan kapan kita bisa kembali," kata Jim Reilly, direktur USGS saat ini dan mantan astronot di NASA.
" Jadi, sungguh luar biasa melihat USGS menciptakan sumber daya yang dapat membantu NASA dengan rencana mereka untuk misi luar angkasa di masa depan," tambah Reilly.
Untuk melakukan pemetaan dan klasifikasi permukaan Bulan, peneliti USGS menggabungkan data lama dan baru. Sehingga dihasilkan deskripsi yang terpadu dari lapisan batuan di Bulan.
Untuk menandai era geologis yang berbeda di Bulan, peneliti USGS menggunakan warna yang berbeda pula. Misalnya, warna pink menunjukkan era Imbrian di Bulan.
Era Imbrian ini mendominasi permukaan Bulan yang menandai waktu di mana satelit alami Bumi itu dibombardir oleh asteroid dari luar angkasa.
Perlu diketahui bahwa NASA saat ini sedang mempersiapkan misi pendaratan baru di Bulan.
Misi diperkirakan akan dimulai pada 2024 dan kemungkinan mengikutkan astronot wanita pertama yang berjalan di permukaan Bulan.
Sementara itu, Lembaga Penelitian Luar Angkasa Rusia sedang menciptakan peta Bulan dalam bentuk 3D untuk pertama kali dalam sejarah.
Peta berbentuk 3D ini untuk membantu pengintaian lokasi misi pendaratan di Bulan milik Rusia, Roscosmos, di masa depan.
Sumber: RT.com
Begini penampakan peta Bulan dan klasifikasi lapisan batuan yang menyusun permukaan satelit alami Bum ini.
Advertisement

Hedonic Treadmill: Mengapa Kebahagiaan Terasa Cepat Berlalu?

Mengapa Wadah Plastik Menyimpan Bau dan Noda, tetapi Kaca Tidak?

Orang yang Menguasai Banyak Bahasa Diduga Memiliki Otak hingga 13 Tahun Lebih Muda

Ukuran Betis Ternyata Bisa Mengungkap Kondisi Kesehatan Pria, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Gus Kikin Resmi Berkantor di PBNU, Kemaslahatan Umat Jadi Prioritas Utama

Generasi Indonesia Bertutur: Indonesia Menghadapi Disrupsi dari Segala Arah

Penggemar Musik Metal Ternyata Bisa Menahan Rasa Sakit Lebih Lama, Ini Penjelasannya