6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Setelah Bumi, Sekarang Sudah Ada Peta Bulan. (Foto: Ilustrasi Bulan Freepik.com)
Dream - Untuk pertama kalinya dalam sejarah, seluruh permukaan Bulan telah dipetakan dan geologinya diklasifikasikan.
Pencapaian besar-besaran di bidang astronomi ini membuka jalan bagi pendaratan di Bulan yang lebih aman di masa depan.
Para ilmuwan dari USGS Astrogeology Science Center, bekerja sama dengan NASA dan Lunar and Planetary Institute, telah menghasilkan 'Peta Geologi Bulan Terpadu'.
Dibuat pada skala 1:5.000.000, keberhasilan ini menandai puncak dari kerja keras ketiga badan yang fokus di bidang angkasa luar itu selama puluhan tahun.

" Orang-orang selalu terpesona oleh Bulan dan kapan kita bisa kembali," kata Jim Reilly, direktur USGS saat ini dan mantan astronot di NASA.
" Jadi, sungguh luar biasa melihat USGS menciptakan sumber daya yang dapat membantu NASA dengan rencana mereka untuk misi luar angkasa di masa depan," tambah Reilly.
Untuk melakukan pemetaan dan klasifikasi permukaan Bulan, peneliti USGS menggabungkan data lama dan baru. Sehingga dihasilkan deskripsi yang terpadu dari lapisan batuan di Bulan.
Untuk menandai era geologis yang berbeda di Bulan, peneliti USGS menggunakan warna yang berbeda pula. Misalnya, warna pink menunjukkan era Imbrian di Bulan.
Era Imbrian ini mendominasi permukaan Bulan yang menandai waktu di mana satelit alami Bumi itu dibombardir oleh asteroid dari luar angkasa.
Perlu diketahui bahwa NASA saat ini sedang mempersiapkan misi pendaratan baru di Bulan.
Misi diperkirakan akan dimulai pada 2024 dan kemungkinan mengikutkan astronot wanita pertama yang berjalan di permukaan Bulan.
Sementara itu, Lembaga Penelitian Luar Angkasa Rusia sedang menciptakan peta Bulan dalam bentuk 3D untuk pertama kali dalam sejarah.
Peta berbentuk 3D ini untuk membantu pengintaian lokasi misi pendaratan di Bulan milik Rusia, Roscosmos, di masa depan.
Sumber: RT.com
Begini penampakan peta Bulan dan klasifikasi lapisan batuan yang menyusun permukaan satelit alami Bum ini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
