Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Penerapan disiplin bagi pada anak remaja, banyak bentuknya. Salah satu yang paling sering dilakukan adalah menyita ponsel atau gadget milik mereka saat aturan dilanggar.
Hal ini juga diterapkan Jodie May, seorang ibu asal Michigan, Amerika Serikat. Ia menghukum putrinya yang masih 15 tahun dengan menyita ponsel. Sang putri melakukan kesalahan di sekolah.
May pun ingin sangat putri menyadari kesalahannya dan menjadi lebih disiplin dan menaati aturan. Hukuman langsung diterapkan. Tapi ternyata hal itu membawanya ke penjara.
© Dream
May ditangkap pihak kepolisian pada April lalu setelah dia mengambil ponsel milik putrinya sendiri yang masih 15 tahun.
Ia pun menjalani serangkaian persidangan. Dikutip dari ABC10, May didakwa melakukan pencurian ringan dan dihukum 93 hari dipenjara.
Tuntutan tersebut bisa terjadi karena sang anak memberitahu ayahnya, yang merupakan mantan suami May.
Sang ayah kemudian mengajukan laporan ke Kantor Sheriff Ottawa County dan menuduh sang ibu tidak berhak mengambil telepon gadis itu karena dia telah membayarnya.
" Saya hanya menjadi seorang ibu, orangtua yang peduli dan mendisiplinkan anak perempuan saya. Saya pikir itu konyol. Saya tidak percaya saya harus melaluinya," ungkap May.
© Dream
Untungnya, tuduhan yang tidak masuk akal itu akhirnya dibatalkan pengadilan karena jaksa penuntut menemukan kalau mantan suami May mengarang cerita. Ternyata putri May adalah pemilik sebenarnya ponsel tersebut, bukan ayahnya.
Menurut ABC 10, pengacara yang ditunjuk pengadilan, Jennifer Kuiper-Weise, mengatakan tindakan sang ibu itu jelas bersifat disiplin dan kasus ini seharusnya tidak pernah sampai ke pengadilan.
" Kadang-kadang ada kasus kejahatan yang tidak benar-benar diperiksa, dan sayangnya Miss May adalah korban itu," ungkap Kuiper-Weise.