CONNECT WITH US!

Suka Duka Vlogger Berhijab Gita Savitri Merantau di Jerman

Reporter : Ratih Wulan | Jumat, 11 Agustus 2017 17:45
(Foto: Gita Savitri)
Gita mengatakan jika harga sehelai hijab bisa ratusan ribu di Jerman, jadi bikin dia pingin pakai mukena saja.

Dream - Masih ingat dengan hijabers Indonesia yang dibilang mirip dengan artis Korea? Ya, dia adalah Gita Savitri yang disebut-sebut memiliki kemiripan wajah dengan Kim Ji Won, pemeran dokter cantik di serial Descenant of The Sun.

Gadis yang saat ini sedang menyelesaikan pendidikannya di Berlin, Jerman itu sedang pulang ke Indonesia.

Sebagai vlogger terkenal, Gita mengaku memiliki jadwal sangat padat selama pulang ke tanah air. Salah satunya mengikuti kegiatan meet and great di beberapa kota.

 Instagram

Meskipun sudah tenar dan dikenal sebagai hijabers yang pandai, Gita tetap rendah hati. Ditemui dalam sebuah acara, gadis berusia 25 tahun ini tak pelit bercerita mengenai keseruannya menjadi vlogger dengan jumlah subcribers lebih dari 200 ribu orang itu.

Gita bercerita jika selama di Jerman, harga sebuah hijab sangat mahal. Untuk selembar shawl saja dihargai 14 euro, setara Rp 200 ribu lebih. Melihat mahalnya harga sehelai shawl, kesempatan pulang ke Indonesia ingin dimanfaatkannya untuk membeli hijab berbahan nyaman yang murah meriah.

" Kalau balik belanja hijab banyak, saking mahalnya jadi pingin pakai mukena atau bergo aja," ungkap Gita belum lama ini di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Sedangkan untuk material, Gita memilih untuk mengenakan hijab berbahan tirek atau katun yang tidak mudah kusut. Pasalnya, banyak kegiatan yang membuatnya tak memiliki banyak waktu untuk menyetrika.

 Gita Savitri

Maklum saja, tinggal di negara orang harus membuatnya hidup sangat mandiri.

Selain itu, ia juga menyarankan agar tidak mengenakan hijab satin. Selain mudah panas, tentunya hijab berbahan licin itu akan sangat merepotkan.

" Aku tuh kalau di sana ribet lari-lari ngejer kereta jadi kaya pentul (jarum) itu bye. Jadi suka ada yang komen biasa banget kebiasaan di sana," lanjutnya.

Tapi meskipun sering mengalami kendala, tapi Gita mengaku tetap merasa lebih nyaman menjadi hijabers di Jerman. Pasalnya, sebagai kaum minoritas pakain berhijab tidaklah happening seperti di sini. Sehingga esensi berkerudung lebih terasa untuknya.

" Jadi yang harus punya itu celana hitam, hijab segiempat dan sneakers putih kaya gini," tutup Gita.

(Sah)

Rasa Nasionalisme Rossa yang Patut Diacungi Jempol