Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Pemerintah terus berupaya memperbaiki layanan haji. Salah satunya dengan menambah jumlah jatah makanan bagi para jemaah selama selama di Madinah.
" Tahun ini akan mendapat konsumsi sebanyak 24 kali dalam rentan waktu 12 hari selama di Mekah, dan dapat makan dua kali sehari (di Madinah)," ucap Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Asrama Haji Jakarta Timur, Selasa, 9 Agustus 2016.
Lukman memastikan konsumsi yang didapat oleh para jamaah telah memenuhi gizi dan nutrisi yang baik. Diharapan asupan makanan ini bisa membantu kondisi jemaah tetap prima meski dalam cuaca panas.
Sebelumnya, fasilitas jatah makan jemaah haji hanya diberikan sebanyak 15 kali. Akibatnya, banyak dari jemaah yang terpaksa makan dengan cara membeli atau memasak sendiri.
Selain fasilitas makanan, Lukman berujar, pihaknya telah melakukan upgrade transportasi yang akan mengangkut rombongan jamaah dari Mekah ke Madinah dan sebaliknya.
" Upgrade transportasi, khususnya untuk melayani rute Mekah ke Madinah dan sebaliknya. Insya Allah kendala mogok, AC mati tidak ada lagi karena sudah di-upgrade," ujar Lukman.
Selain melakukan perbaikan, Kemenag juga tetap mempertahankan fasilitas yang sudah memenuhi standar kenyamanan. Salah satunya seperti penginapan untuk para jemaah.
" Yang sudah baik kita pertahankan, seperti hotel, dan hotel kita itu setara bintang tiga, bahkan ada juga yang bintang 4 dan 5," kata Lukman.
Sementara itu, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil mengatakan para jemaah mendapat uang saku sebesar 1.500 riyal, setara Rp5,2 juta. Dia berpesan agar uang tersebut digunakan untuk biaya hidup selama di Mekah.
" Ini supaya digunakan sebaik-baiknya. Insya Allah dengan 1.500 Riyal, cukup untuk konsumsi. Insya Allah berkah," kata Djamil, dikutip dari kemenag.go.id.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya