Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ayah Dan Anak Foto: Shutterstock
Dream - Membangun keluarga harmonis menjadi impian banyak pasangan. Kualitas hubungan orangtua dan anak yang baik menjadi faktor yang mendukung eratnya hubungan keluarga.
Tak hanya ibu, ayah pun memiiki berbagai peranan penting dalam keluarga, terutama pada proses tumbuh kembang sang buah hati.
Irma Gustiana, Psikolog Anak dan Keluarga mengungkapkan bahwa selain ibu, ayah memegang kunci paling penting dalam kebahagiaan hubungan keluarga.
" Ibu sebagai pusat emosi, sedangkan ayah sebagai pusat kebahagiaan dalam keluarga karena ayah memiliki banyak sekali peran penting dalam keluarga," ujar Irma dalam webinar 'Peran Ayah di Parenting Era Baru, Kamis 8 April 2021
Pendiri Klinik 'Ruang Tumbuh' itu kemudian menuturkan selain menjadi penyokong finansial utama dalam keluarga, Ayah juga berperan dalam pengasuhan anak karena secara alamiah ayah memang memiliki insting yang sama dengan Ibu.
" Karena bisa mengasuh ayah juga punya insting mom. Jadi ayah memang secara alamiah terlihat luwes ketika mengasuh anak," tutur Irma.
Peran ayah yang sangat intens terhadap tumbuh kembang anak pada masa golden ages, yaitu dari umur 4-5 tahun juga memberikan banyak efek positif bagi anak.
Menurut psikolog lulusan Universitas Indonesia itu, anak yang memiliki interaksi yang lebih intens dengan ayahnya memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik, terutama kemampuan analytical thinking yang baik.
" Peran ayah membuat prestasi anak di sekolah juga jadi lebih baik karena ayah dapat merangsang anak untuk berpikir. Ini disebabkan karena ayah memang cenderung menggunakan logika ketika berpikir" , kata psikolog yang juga berpraktek di Lembaga Psikologi Terapan UI tersebut.
Intensnya peran ayah dalam tumbuh kembang anak juga memberikan kondisi emosional yang baik pada anak. Anak memiliki perasaan aman karena memiliki ayah yang senantiasa selalu melindungi dirinya. Perasaan aman ini kemudian menyebabkan anak jadi tak mudah stres.
Menurut Irma, anak yang memiliki kondisi emosional yang baik juga dapat dengan mudah masuk serta beradaptasi dengan lingkungan sosial serta dapat menyelesaikan konflik dengan baik.
" Anak jadi mudah beradaptasi serta mudah bergaul karena tidak memiliki perasaan insecure, selain itu keterlibatan ayah yang lebih mendalam membuat anak dapat memiliki kecenderungan dapat menyelesaikan konflik dengan baik," tambah Psikolog yang juga memiliki sertifikasi play therapy ini
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya