Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Dream - Badan melar paska melahirkan masih menjadi masalah yang sering diperbincangkan. Untuk tetap langsing setelah melahirkan caranya ternyata tidak sulit, asal rutin mengatur keseimbangan asupan makanan.
Kebanyakan para ibu khawatir jika melakukan diet, takut bayi tidak memperoleh asupan makanan yang dibutuhkan tubuhnya untuk tumbuh dan berkembang. Spesialis Gizi Klinik Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI)-Puri Indah, Dr. Ida Gunawan, Sp.GK, gizi mengemukakan jika memilih diet tetaplah berpedoman pada kaidah gizi.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat melakukan program pelangsingan paska melahirkan. " Jika Ibu masih menyusui, diet tidak dilakukan secara ekstrim. Namun berpedoman pada kaidah gizi lengkap dan seimbang," ujar Ida saat dihubungi lewat sambungan telepon, Senin 18 Mei 2015.
Beberapa penelitian mengatakan dengan menyusui tubuh membakar sekitar 300 sampai 500 kkal per hari yang setara dengan bersepeda selama satu jam. Pemilihan jenis makanan lebih banyak pada sayur, buah, karbohidrat kompleks, lemak skim dan sumber protein rendah lemak serta cukup cairan.
“ Selain itu, hindari makanan cepat saji. Makanlah dalam porsi kecil dan sering. Biasanya diberikan dalam 6 kali pemberian dengan 3 kali makan utama berupa sarapan, makan siang, makan malam dan 3 kali snack,” ujarnya.
Untuk Ibu yang sudah tidak menyusui, diet menggunakan pedoman gizi lengkap dan seimbang serta memperhatikan kaidah 3 J yaitu jumlah kalori yang dikonsumsi, jenis makanan, dan jadwal makan.
" Biasanya, perhitungan kalori berpatokan pada berat badan ideal yang ingin dicapai. Misalnya Ibu dengan berat badan 75 kg (baru 3 bulan usai melahirkan) dan tinggi badan 165 cm serta berusia 27 tahun. Maka berat badan ideal sekitar 58,5 kg (perhitungan menggunakan rumus (TB-100) x 0.9). Dengan demikian jumlah kalori yang diperlukan sekitar 1500 kkal," tuturnya.
Jadwal makan sebaiknya dibagi dalam porsi kecil dan sering. Lebih baik makan 5 sampai 6 kali dalam porsi kecil daripada makan 3 kali dalam porsi besar.
“ Ibu tidak perlu menahan lapar lebih lama sehingga pembakaran kalori dapat berlangsung maksimal. Untuk olahraga, mulailah dengan latihan-latihan ringan seperti berjalan, bersepeda dan joging. Jika timbul rasa tidak nyaman, maka olahraga harus dihentikan dan segera berdiskusi dengan dokter,” kata Ida.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun