Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tangan Basah Keringat/ Foto: Shutterstock
Dream – Sebagian orang menganggap berkeringat adalah hal yang biasa. Akan tetapi, jangan pernah menganggap sepele keringat yang membasahi telapak tangan. Terutama jika hal ini terjadi terus menerus.
Decsa Medika Hertanto, seorang dokter spesialis penyakit dalam di RSUD Dr. Soetomo menjelaskan dalam akun Instagramnya @dokterdecsa, hal ini bisa menjadi penanda serangan jantung.
Menurutnya, telapak tangan yang berkeringat secara berlebihan dan tidak terpengaruh suhu atau aktivitas, bisa menjadi suatu tanda serangan jantung. Akan tetapi, ada beberapa hal yang perlu dicermati yaitu adanya keluhan lain selain telapak tangan berkeringat khususnya jika ada nyeri di bagian dada.
“ Jika telapak tangan Anda sering berkeringat kemudian disertai nyeri dada yang menjalar ke lengan kiri, menembus hingga punggung, menjalar ke ulu hati atau ke leher dan dagu kiri, ini bisa jadi gejala serangan jantung. Apalagi serangannya mendadak dan berat,” ujar dr. Decsa dalam unggahannya pada Rabu, 27 Oktober 2021.
Meski demikian, dirinya menambahkan bahwa keringat di telapak tangan juga memungkinkan sebuah gejala dari penyakit lain. Beberapa penyakit yang bergejala telapak tangan berkeringat berlebihan yaitu:
- Diabetes
- Menopause
- Gula darah rendah
- Hipertiroid
- Gangguan saraf
- Infeksi
- Anxiety (kecemasan)
- Narkoba
Untuk itu, dr. Decsa memperingatkan untuk segera berkonsultasi ke dokter bila memiliki gejala keringat berlebihan di telapak tangan. Jangan pernah dianggap sepele, apalagi sampai dibiarkan dan menjadi tidak terkontrol.
Laporan Magang: Elyzabeth Yulivia
Dream - Penyakit kardiovaskular merupakan salah satu yang sangat dihindari karena bisa merenggut nyawa tanpa disadari. Terkadang, penyakit yang lazim disebut sakit jantung ini tidak memiliki gejala yang cukup jelas.
Orang yang memiliki penyakit kardiovasklar tidak menyadari kondisinya tubuhnya sehingga tak melakukan pencegahan sejak dini. Penyakit yang dipicu ganguan pada bagian jjantung dan pembuluh darah ini bisa muncul karena banyak faktor.
Salah satunya adalah pola makan kurang sehat. Hal tersebut bukan hanya disebabkan oleh mengonsumsi makanan tertentu. Beberapa jenis minuman juga bisa menyebabkan penyakit kardiovaskular seperti yang dilansir dari Eat This berikut ini.
Minuman soda diklaim dapat menyebabkan serangan jantung akibat kandungan gila yang tinggi.
Penelitian membuktikan bahwa mengonsumsi minuman bersoda lebih dari 12 ons sehari memiliki kadar lemak darah yang abnormal dan lebih berpotensi terkena penyakit jantung.
Kopi

Minum kopi tidak semerta-merta akan membuatmu lebih berisiko terkena penyakit jantung. Hal tersebut akan terjadi jika kamu mengonsumsinya terlalu banyak.
Penelitian membuktikan bahwa minum 6 gelas kopi atau lebih setiap hari dapat meningkatkan kadar gula dalam darah dan meningkatkan potensi terkena penyakit jantung.
Berbeda halnya jika kamu hanya mengonsumsi segelas setiap hari. Kamu bisa mencegah penyakit kardiovaskular dengan mengonsumsi kopi secukupnya.

Orang yang mengonsumsi alkohol diklaim lebih berisiko terkena penyakit jantung dan bisa mengalami masalah kesehatan lainnya, terutama bagi wanita. Apalagi, jika kamu mengonsumsinya berlebihan.
Milkshake
Sama halnya dengan minuman soda, milkshake juga meningkatkan potensi terkena penyakit kardiovaskular akibat kandungan gula yang tinggi.
Milkshake juga mengandung lemak tinggi yang dapat memicu penyakit jantung pada beberapa orang. Konsumsilah smoothies tanpa gula agar lebih sehat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya