Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
Alun-alun Kapuas, Pontianak (Sumber: Wisatapontianak.com)
Dream - Pontianak dikenal sebagai kota khatulistiwa yang dilalui garis lintang nol derajat bumi. Berada di posisi langa, maka dibangunlah sebuah monumen atau tugu khatulistiwa di Siantan.
Selain itu, ibukota Provinsi Kalimantan Barat ini juga menyimpan legenda yang unik untuk disimak. Tak banyak orang yang tahu mengenai asal-usul kota yang ternyata berawal dari sebuah mitos mistis masa lalu.
Melalui beberapa sumber yang dihimpun Dream.co.id, nama Pontianak bermula dari kisah Syarif Abdurrahman yang sering diganggu oleh hantu berwujud kuntilanak saat menyusuri Sungai Kapuas. Pada awalnya tempat ini bernama Khun Tien yang banyak dihuni oleh para etnis Tionghoa di sepanjang pesisir sungai Kapuas.
Ketika mencapai daerah pertemuan Sungai Kapuas Besar dan Sungai Landak, Syarif Abdurrahman yang merasa terganggu dengan ulah kuntilanak, melepaskan tembakan meriam untuk mengusir hantu yang digambarkan berwujud sesosok perempuan berbaju putih dan berambut panjang ini.
Lalu pada tahun 1192, Syarif Abdurrahman dinobatkan sebagai Sultan Pontianak Pertama. Masjid Raya Sultan Abdurrahman Alkadrie dan Istana Kadariah menjadi penanda letak kekuasaannya.
Selain cerita di atas, sebagian masyarakat juga percaya bahwa asal usul Pontianak berasal dari legenda masyarakat Melayu yang mengambil nama itu dari kata-kata pohon punti. Pohon punti berarti 'pohon-pohon tinggi'. Pada masa itu, wilayah ini memang terkenal dikelilingi dengan pohon-pohon tinggi.
Bukti ini diperkuat dengan catatan sejarah yang ada pada baris ke-14 surat antara Husein bin Abdul Rahman Al-Aidrus (Rakyat Negeri Pontianak) kepada Sultan Syarief Yusuf Al-Kadrie.
Sedangkan pendapat lain menyebutkan jika Pontianak dapat berarti 'pintu anak'. Atau dengan kata lain, daerah ini menjadi gerbang pembatas antara Sungai Kapuas dan Sungai Landak.
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi

