Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi. (Source: Shutterstock)
Dream - Umumnya, seseorang akan memperhatikan warna urine untuk mengetahui kondisi tubuh. Urine yang berwarna kuning pucat bisa menandakan kondisi tubuh lebih sehat karena terhidrasi dengan baik.
Sementara, urine yang berwarna lebih pekat menandakan kondisi tubuh ketika dehidrasi.

Foto: Shutterstock
Selain warnanya, bau urine juga berbeda-beda. Tentunya, bau urine yang lebih menyengat dari biasanya dipicu oleh kondisi tertentu.
Dilansir Prevention.com, berikut alasan yang menyebabkan urine berbau lebih menyengat.

Foto: Shutterstock
Kurangnya cairan tubuh dapat membuat urine berbau lebih menyengat. Warnanya pun lebih pekat. Hal ini dikarenakan tubuhmu kekurangan air yang digunakan untuk mengencerkan urea ketika tubuh memecahkan protein.
Sehingga semakin sedikit air yang diminum, warna urine akan lebih pekat dan bau amonia pun lebih kuat. Tapi jika air yang diminum cukup, warna urine akan lebih pucat dan tidak berbau.
Makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari berpengaruh besar pada tubuhmu, termasuk urine. Sebagian makanan seperti asparagus bisa membuat bau urine lebih kuat.
Penelitian membuktikan orang yang mengonsumsi asparagus akan menghasilkan urine berbau seperti belerang. Pasalnya, senyawa belerang terkandung di dalam asparagus. Selain itu, bawang putih dan makanan berprotein tinggi, seperti fenugreek, kubis brussel, serta kari juga bisa membuat urine lebih berbau.

Foto: Shutterstock
Kopi mengandung senyawa caffeol yang tidak larut dalam air. Alhasil, senyawa tersebut tetap utuh saat melewati sistem pencernaan. Ini mengakibatkan urine dapat berbau seperti kopi. Terutama jika konsentrasi caffeol lebih tinggi.
Bakteri penyebab ISK dapat mengubah warna dan bau urine. Akibatnya, urine akan berbau amonia yang kuat. Pada beberapa kasus, warna urine juga sering keruh bahkan berdarah. Bau urine bisa diatasi dengan mengonsumsi antibiotik yang diresepkan dokter. Meski, urine bisa berbau obat yang dikonsumsi.
Infeksi Menular Seksual (IMS)
Beberapa kasus IMS menghasilkan urine yang lebih berbau, seperti trikomoniasis, klamidia, dan gonore. Perubahan ini terjadi karena organisme yang memicu lebih banyak produksi amonia.

Foto: Shutterstock
Beberapa obat atau suplemen memiliki bahan yang dapat mengubah bau urine. Terutama, jika mengandung vitamin B. Obat-obatan seperti antibiotik juga dapat menyebabkan urine lebih berbau karena kandungan penisilin yang berasal dari jamur. Akhirnya, urine pun bisa berbau seperti ragi atau jamur.
Laporan: Meisya Harsa Dwipuspita
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya