Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Lulu Elhasbu (luluelhasbu.blog)
Saltum, sungguh tak nyaman jika terperangkap dalam situasi seperti itu. Mau ke pesta, tapi berbusana seperti ke mal. Salah kostum itu kerap berujung salah tingkah dan tentu saja jadi tak nyaman. Jika tak ingin saltum, ada baiknya kita mendengar tips sederhana dari para stylish.
" Sekarang banyak yang berpakaian tidak sesuai tempat. Misalnya mau ke mal tapi pakaiannya mau ke pesta. Kadang suka gimana yah, lebih baik sesuaikan tempatnya. Jangan saltum. Harus tahu dulu mah kemana. Santai atau ke pesta," kata perancang busana muslim, Lulu Elhasbu saat berbincang dengan Dream, Selasa (15/4/2014).
Pemilik label Elhasbu ini menyarankan, ketika ingin pergi ke tempat santai atau mal, cukup dengan tampil casual dan natural. Tidak perlu berlebihan. Baik itu dari sisi busana apalagi riasan wajah.
" Tidak perlu make up berlebihan, kasihan mukanya terlalu berat. Natural saja sudah cantik, pakaiannya pun tidak perlu yang lebay. Cukup celana atasannya cardigan, tampil casual saja. Atau dress boleh tetapi pilih yang simpel," ujar wanita yang sudah 10 tahun bergelut dalam dunia model hijab ini.
Lulu menyarankan agar untuk riasan wajah cukup dengan polesan pelembab. Itupun tanpa bedak yang terlalu tebal. Mengapa? Karena bedak yang terlalu tebal serasa berat di wajah.
" Jadi pakai sedikit saja. Kalau saya lebih suka tidak pakai bedak, foundation saja. Bisa main di mata misalnya perkuat penggunaan eyeliner dan maskara," terang alumnus Sarjana Komunikasi dari Universitas Mustopo Beragama, Jakarta ini.
Lulu menilai banyak orang yang kelewat gemar mencontoh para model atau fesyen desainer tanpa melihat situasi dan kondisi. Ibaratnya, meniru secara membabi-buta.
" Sebenarnya gampang supaya tidak saltum, lihat situasinya. Para desainer itu membuat baju memang untuk kebutuhan show, tapi bisa dipakai juga untuk masyarakat. Jangan lupa, sesuaikan dengan kondisi," bebernya.
Dan di atas semuanya, lanjut Lulu, adalah kenyamanan. " Kalau sudah nyaman pasti terlihat bagus. Selain nyaman, ya harus percaya diri," kata wanita yang sudah menampilkan koleksi-koleksinya pada Jakarta Islamic Fashion Week pada 2013 itu. (kus/ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya