Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sereh (Foto: Shutterstock)
Dream - Kasus demam berdarah dengue yang jumlahnya terus meningkat di berbagai daerah, membuat kita harus waspada. Upaya pencegahan biasa dilakukan dengan mengubur tempat-tempat genangan air yang diduga menjadi saran nyamuk Aedes Aegipty berkembang biak.
Pencegahan juga bisa dilakukan menggunakan dua bahan alami yaitu sereh dan lavender. Kedua jenis tanaman ini punya aroma alami yang kuat. Aroma alami lavender dan serai cukup disenangi manusia, sebaliknya sangat tidak disukai nyamuk
Saat mencium bau lavender dan serai di rumah, nyamuk pembawa virus DBD enggan masuk ke rumah dan tidak menggigit manusia.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi, mengungkapkan lavender dan serai efektif mengusir nyamuk, tapi harus bersamaan dengan upaya penanganan DBD lain.
" Sebetulnya enggak ada masalah menggunakan tanaman lavender dan serai untuk mengusir nyamuk. Baik kedua tanaman itu, utuh atau sudah jadi senyawa (semprotan) tertentu, sama-sama bisa mencegah gigitan nyamuk. Tapi tetap harus dibarengi metode Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) juga," kata Nadia saat ditemui di Kementerian Kesehatan, beberapa waktu lalu.
Metode PSN bisa menggunakan larvasida untuk membunuh jentik-jentik nyamuk dan fogging (pengasapan) untuk memberantas nyamuk dewasa. Masyarakat juga bisa melakukan 3M (Menguras, Menutup, Mendaur Ulang) perlu dilakukan.
Menguras yakni membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampuangan air, seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, dan penampungan air lemari es.
Menutup rapat-rapat sejumlah tempat penampuangan air, misal drum, kendi, toren air, dan lain-lain dapat mencegah nyamuk DBD berkembangbiak. Mengubur dan mendaur ulang barang bekas yang tak terpakai bisa dilakukan.
(Sah, Laporan Fitri Haryanti Harsono/ Liputan6.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya