Viral Pil Bisa Kembalikan Keperawanan, Mitos atau Fakta?

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Kamis, 28 November 2019 13:36
Viral Pil Bisa Kembalikan Keperawanan, Mitos atau Fakta?
Selaput dara masih diagungkan sebagai tanda keperawanan setiap wanita.

Dream - Belakangan ini banyak beredar pil yang diklaim bisa mengembalikan keperawanan seorang wanita. Beberapa obat bekerja dengan cara merangsang kerapatan dinding vagina. Ada pula yang dirancang mampu mengeluarkan 'darah' di malam pertama.

Namun pil atau ramuan herbal yang beredar tersebut belum teruji kebenarannya secara klinis.

Ahli kebidanan dan kandungan dr. Ni Komang Yeni Dhanasari, SpOG zdari Bamed Women`s Clinic, menegaskan tidak ada pil atau obat herbal yang dapat mengembalikan keperawanan.

“ Kapsul maupun jamu dan obat-obatan lainnya tidak bisa mengembalikan keperawanan, namun mungkin yang dimaksud perawan kembali adalah karena bisa mengecangkan otot-otot vagina,” ujar Yeni di Jakarta, Rabu 27 November 2019.

Yeni sama sekali tak merekomendasikan masyarakat untuk mengonsumsi obat-obatan tersebut. Alasannya, obat yang belum teruji secara klinis bisa menimbulkan bahaya fatal. Bahkan sebagian besar obat tersebut berisiko memicu kanker serviks.

1 dari 4 halaman

Salah Arti

Obat tersebut muncul lantaran masih banyak orang yang mengasumsikan keperawanan dengan vagina yang rapat dan berdarah di malam pertama.

Padahal, dinding vagina mampu meregang hingga diameter kepala bayi (10 sentimeter) dan merapat kembali usai mengalami kontraksi. Darah juga tidak bisa dijadikan sebagai tolak ukur keperawanan karena setiap perempuan memiliki selaput dara yang berbeda-beda.

" Selaput dara ada yang tebal, tipis, elastis dan non elastis. Maka dari itu ada yang berdarah dan juga ada yang tidak berdarah saat melakukan hubungan seksual pertama kali. Di kasus tertentu, ada juga yang tidak berlubang sama sekali di bagian hymen," jelasnya.

Beberapa orang menyebut selaput dara bisa sobek tidak hanya karena penetrasi seksual saja, namun karena melakukan aktivitas fisik berat seperti bersepeda dan menunggang kuda.

" Memang yang seperti itu meningkatkan risiko cidera di bagian otot panggul dan vagina, tapi hymen tidak semudah itu rusak," tegasnya.

(Laporan: Michelle Rachel Evangelista Maramis)

2 dari 4 halaman

Jual Kapsul Kontroversial, Amazon Hebohkan India

Dream - Amazon baru-baru ini membuat kehebohan di India. Ecommerce raksasa itu diduga menjual kapsul khusus yang diklaim bisa dipakai memalsukan keperawanan

Dinamakan i-virgin, produk kontroversial itu berisi bubuk khusus untuk meniru darah untuk memalsukan keperawanan. 

Produsen mengklaim cairan itu akan larut dengan cepat dan tidak menimbulkan efek bagi pengguna.

Dengan menjual kapsul keperawanan itu, Amazon India dituduh ikut menyuburkan pandangan kuno tentang pentingnya keperawanan di malam pertama.

3 dari 4 halaman

Hukum Kejam Jika Terbukti Tidak Perawan

Di beberapa daerah tertentu di India, tes keperawanan dianggap sebagai situasi hidup atau mati.

Kerabat mempelai pria akan memeriksa seprai setelah pengantin baru menjalankan malam pertamanya.

Jika pengantin wanita gagal dalam tes itu, keluarganya harus membayar ganti rugi.

Dalam kasus-kasus ekstrem, pengantin wanita dihukum dengan berjalan di atas bara api atau berendam di dalam air dalam waktu tertentu, tanpa mengambil napas.

Banyak yang menyatakan keprihatinan mereka bahwa wanita hanya dinilai dari keperawanannya. Produk seperti i-virgin membuat pandangan kuno itu makin subur.

4 dari 4 halaman

Tidak Hanya di India

Ternyata, Amazon juga menjual produk sejenis di Eropa selama bertahun-tahun. Sebuah perusahaan Jerman menjual selaput dara buatan berisi darah sapi.

Hal yang sama juga terjadi di China. Raksasa retail terbesar negara itu, Alibaba, menjual kapsul keperawanan palsu.

Kapsul i-virgin dilaporkan dijual 3.600 rupee atau Rp706 ribu per pak. Namun saat berita ini ditulis, produk yang kontroversial itu telah dihapus dari Amazon India.

(Sumber: OddityCentral.com)

Beri Komentar