Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi Ranjau Paku. (Foto: Shutterstock)
Dream – Modus tebar paku di jalanan masih sering dijumpai. Mulai paku berukuran mini hingga besar. Sejumlah orang mengambil keuntungan dari praktk curang ini. Lantas, apakah ban tubeless menjadi solusi untuk mengantisipasi praktik ini?
Dikutip dari Suzuki, Selasa 19 Maret 2019, untuk ukuran paku kecil, ban tubeless terbilang cukup tangguh, apalagi kalau dilengkapi cairan antibocor yang berkualitas baik. Kamu hanya perlu mencabut paku kecil tersebut. Kebocoran kecil ini bisa diatasi dengan cairan antibocor.
Sesampainya di rumah, kamu bisa melakukan penambalan sendiri menggunakan alat-alat yang cukup sederhana dan mudah dilakukan. Alhasil, para pelaku usaha tambal ban nakal pun akan gigit jari karena tipu daya mereka gagal.
Tapi, ini bukan berarti pengguna ban tubeless 100 persen aman dari ranjau paku. Untuk paku yang berukuran besar, sulit untuk diatasi dengan hanya mengandalkan cairan anti bocor. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah dengan menambal langsung.
Meskipun sudah menggunakan ban tubeless, waspada terhadap ranjau paku merupkan hal yang wajib dilakukan. Kalau memungkinkan, bawa alat tambal khusus untuk ban tubeless di dalam bagasi motor kamu. Alat ini sekarang sudah banyak dijual di pasar dengan harga terjangkau.
Ban tubeless takkan langsung kempis ketika terkena paku. Biasanya gejala kebocoran ini akan terlihat saat tekanan ban sering turun tanpa alasan yang jelas. Bahkan, kebocoran ini akan membuat kamu harus terus mengisi ulang angin setiap hari.
Parahnya lagi, tes kebocoran dengan menggunakan gelembung sabun tidak akan berhasil menemukan letak kebocorannya. Untuk bisa memastikan, kamu bisa meredam ban di dalam air.
Kalau terdapat tiupan gelembung dalam air, segera periksa dengan teliti.
Kadang, paku sudah tertancap sangat dalam sehingga sulit ditemukan. Tak masalah kamu sedikit mengorek bagian yang bocor.
Cungkil paku hingga keluar. Gunakan tang buaya atau tang capit untuk mencabut paku terebut. Setelah dicabut, segera tambal ban.
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
