Warna-warni Gulali, Inspirasi Busana Muslim Ready To Wear

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Minggu, 17 November 2019 12:20
Warna-warni Gulali, Inspirasi Busana Muslim Ready To Wear
Nuansa piknik dan manisnya permen kapas begitu terasa pada koleksi ini.

Dream - Manisnya gulali menginspirasi desainer muslim Anggie Rachmat di gelaran Indonesia Economic Sharia Festival (ISEF) 2019. Ia meluncurkan koleksi busana ready to wear bertajuk 'Goelali'.

Berangkat dari lini fashion Sheenaz, Anggie menerapkan warna-warni permen kapas melalui teknik jumputan dengan memakai pewarna alam.

 Sheenaz

Foto: Deki Prayoga/Dream

" Jumputan silk warna pastel di-mix scuba yang kasual membuat desain kali ini lebih chic dan girly namun tetap kasual dan enjoyable. Saya ingin wanita muslim bisa tampil girly tapi juga kasual," kata Anggie di Jakarta Convention Center pekan lalu.

Teknik tie dye yang biasanya menghasilkan warna mencolok dibuat lebih minimalis dengan nuansa pastel. Bahan dirancang ke dalam padu padan blouse, tunik, ruffle pants dan outer berpotongan asimetris nan modis.

 Sheenaz

Foto: Deki Prayoga/Dream

1 dari 6 halaman

Nuansa Piknik

Selain corak jumputan, Anggie juga menerapkan motif plaid yang identik dengan ornamen piknik. Aksesori seperti tas dan topi makin menambah kesan ceria di tengah suasana piknik.

 Sheenaz

Foto: Deki Prayoga/Dream

Berkiblat pada tema besar Sustainable & Ethical Fashion, Anggie tak lupa memanfaatkan kain semaksimal mungkin.

" Sisa kain jumputan di-mix dengan outfit, tas dan topi dalam bentuk patchwork hingga ke sisa terakhir. Alhamdulillah bisa terpakai semua," ujarnya.(mut)

 Sheenaz

Foto: Deki Prayoga/Dream

2 dari 6 halaman

Gebrakan Baru Vivi Zubedi, Sulap Rumput Jadi Aksesori Hijab

Dream - Vivi Zubedi membuka Sustainable and Ethical Fashion Show di gelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) pada Kamis, 14 November 2019.

Desainer yang mengawali karier sebagai perancang abaya itu, meluncurkan lini khusus aksesori yang terbuat dari purun, tanaman rumput liar sejenis pandan yang hidup di dekat air atau rawa.

  Vivi Zubedi

Foto: Deki Prayoga/Dream

" Selama saya berkarier membuat abaya, ternyata bukan hanya abaya yang dibutuhkan, mereka juga butuh pelengkap outfit seperti tas," ujar Vivi di Jakarta Convention Center, Kamis 14 November 2019.

Jalinan purun dianyam menjadi tas bergaya bohemian. Dalam hal ini Vivi menggandeng pengrajin purun di Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

  Vivi Zubedi

Foto: Deki Prayoga/Dream

3 dari 6 halaman

Proses Pengolahan Purun

Sama halnya dengan kain tradisional, proses pengolahan purun terbilang cukup rumit. Pertama-tama, purun harus dijemur terlebih dahulu agar kering dan dapat dipipihkan.

  Vivi Zubedi

Foto: Deki Prayoga/Dream

Kemudian purun diwarnai dan dianyam menjadi berbagai macam aksesori seperti tas, topi, bahkan tikar sebagai detail penunjang. Vivi memadukannya dengan koleksi busana muslimah bernuansa etnik.

Lewat Purun The Label, Vivi Zubedi bertekad untuk membina pengrajin purun guna menciptakan produk fashion bernilai tinggi. Apalagi saat ini purun juga sudah dipakai oleh rumah mode besar seperti Dolce & Gabbana.

  Vivi Zubedi

Foto: Deki Prayoga/Dream

" Mereka (pengrajin) ternyata tidak punya media promosi dan hanya bisa buka lapak di depan rumah. Semoga kedepannya bisa lebih mensejeterahkan hidup mereka," pungkas Founder & Head Director Industri Kreatif Syariah (IKRA) Indonesia itu.

4 dari 6 halaman

ISEF 2019: 77 Desainer Unjuk Fashion Muslim Bergengsi Ramah Lingkungan

Dream - Sustainable and Ethical Fashion Show meramaikan gelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) pada Kamis, 14 November 2019. Sebanyak 13 desainer membuka parade pertama dengan koleksi busana muslim.

Mereka adalah Vivi Zubedi, Saffana, Itang Yunasz, Rosie Rahmadi, Tuty Adib, Wad Studio, Wignyo Rahadi, Alvy Oktrisni, Dian Pelangi, Irmaintan, Neera Alatas, Defika Hanum dan Irna La Perle Heritage. 

Berkolaborasi dengan Indonesia Fashion Chamber (IFC), para desainer mengangkat isu global yang diolah dengan konsep Sustainable & Ethical Fashion.

Seperti diketahui bahwa industri fashion menyumbang 20 persen limbah global dan 10 persen emisi gas karbon yang buruk bagi lingkungan.

  Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF)

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream

" Konsumen sudah mulai memperhatikan keputusannya dalam membeli pakaian guna menciptakan lingkungan yang lebih baik. Ethical fashion inilah yang dibuat dengan memperhatikan seluruh siklus dan metode produksi hingga etika kerja dan pengelolaan lingkungan," ujar Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis 14 November 2019.

Berangkat dari isu tersebut, para desainer mempersembahkan koleksi fashion ramah lingkungan yang sejalan dengan syariat Islam.

Pemilihan bahan dipastikan tidak mencemari lingkungan seperti bahan katun, pewarna alam hingga teknik zero waste dan cycling method.

5 dari 6 halaman

Vivi Zubedi dan Dian Pelangi

Sebagai pembuka, Vivi Zubedi membawa koleksi 'The Purun' yang memakai kain khas Banjarbaru. Kain diolah menjadi delapan set busana muslimah yang kaya akan ornamen tradisional seperti topi dan tas anyaman serta tikar.

  Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF)

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream

Disusul oleh busana earthy tone nan elegan Rosie Rahmadi, warna-warni ceria Dian Pelangi sampai nuansa rock n roll dari Difika Hanum yang membawa hijab monokrom.

  Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF)

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream

6 dari 6 halaman

Busana Ramah Lingkungan

Sebagai pamungkas, Irna Mutiara menyulap tenun Garut menjadi kebaya modern ramah lingkungan.

" Karena mengusung sustainable fashion, saya memakai payet berbahan baku recycle dan glass beads dari Jombang.

  Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF)

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream

Sustainable and Ethical Fashion Show akan akan terus dihelat hingga 15 November 2019 di Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC).

Masih ada 64 desainer muslim yang akan menampilkan karya fashion ramah lingkungan di perhelatan ini.

  Insta Story Krisjiana Baharudin

Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone