AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Dream - Suhu udara di Saudi Arabia saat ini dikabarkan mencapai angka dibawah 20 derajat celcius pada siang hari dan 10 derajat celcius di malam hari.
Staf Departemen ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, Ari Fahrial Syam menyarankan, masyarakat yang akan menjalani ibadah umroh di awal tahun baru ini, agar lebih menjaga kesehatan agar terhindar dari gangguan penyakit.
" Jika para jamaah tidak mengantisipasi udara dingin itu dapat mengalami gangguan kesehatan berupa mimisan, batuk pilek dan bibir pecah-pecah sehingga menurunkan nafsu makannya. Tentu kondisi ini sangat mengganggu para jamaah yang sedang melaksanakan ibadah Umrah," tulis Ari yang juga sekaligus mantan petugas kesehatan haji ini dalam rilis yang diterima Tim Dream.co.id, Senin 4 Januari 2016.
Ari pun mengidentifikasi tiga penyakit yang timbul akibat suhu udara yang ekstrem tersebut :
1. Penyakit yang sudah ada sebelumnya pada jamaah itu yang mengalami kekambuhan karena udara yang dingin, antara lain asma (sesak nafas), pilek alergi (rinitis alergi), sinusitis serta alergi kulit karena udara dingin.
2. Penyakit yang timbul langsung akibat udara dingin : kulit menjadi kering, kulit telapak kaki menjadi pecah-pecah, timbul pecah-pecah pada bibir dan kadang kala timbul mimisan. Jika paparan udara dingin terus berlangsung akan terjadi penurunan suhu tubuh (hipotermia) yang akan mengancam jiwa jamaah umrah.
3. Penyakit yang tidak terjadi secara langsung sebagai akibat udara dingin tersebut. Jamaah yang tertular batuk-pilek dari teman sekamar yang kebetulan mempunyai alergi dan terinfeksi sehingga dapat menularkan kepada yang lain.
" Para jamaah yang mempunyai resiko tinggi gangguan kesehatan karena cuaca dingin yaitu para jamaah usia lanjut, para jamaah yang mempunyai penyakit diabetes, gangguan jantung dan pembuluh darah serta para jamaah yang mempunyai masalah dengan tiroidnya," tulisnya.
Selain faktor cuaca keadaan lain yang dapat memperburuk kesehatan para jamaah adalah kelelahan akibat perjalanan yang lama dan melelahkan.
" Hal yang perlu dicermati para jamaah dan para pengelola ibadah umrah, agar bagi para jamaah tersedia waktu istirahat yang cukup setelah sampai di penginapan. Rasa bersyukur kadang kala mengalahkan rasa lelah. Walau bagaimanapun secara keseluruhan tubuh kita juga perlu istirahat," kata Ari. (Ism)
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli