Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Mark Zuckerberg tidak akan membiarkan begitu saja WhatsApp yang dibelinya pada 2014 seharga US$22 miliar, atau setara Rp315 triliun, berjalan tanpa untung. Setelah sembilan tahun gratis, Zuckerberg berencana memperkenalkan iklan pada tab `Status`.
Diperkirakan, fitur baru itu akan menyasar 1,5 miliar orang pengguna WhatsApp. Wakil Direktur Facebook, Chris Daniels mengatakan kepada Indian Outlook, mengenai sumber uang di masa depan WhatsApp.
" Kami akan menempatkan iklan pada 'Status'," kata Daniels, dikutip dari Mirror, Kamis, 29 November 2018.
Daniels mengatakan, 'Status' itu akan menjadi mode monetisasi. " Itu akan menjadi mode monetisasi utama untuk perusahaan dan peluang bagi bisnis untuk menjangkau orang-orang di WhatsApp," ucap dia.
The Wall Street Journal menyebut, rencana itu telah muncul Agustus 2018. Sebanyak 100 perusahaan berencana akan beriklan di aplikasi 2019.
Tetapi, iklan itu tidak akan ditampilkan tepat di tengah-tengah obrolan. Tab `Status` secara efektif menjadi solusi pengguna untuk mengunggah video, gambar, atau GIF, yang akan lenyap dalam waktu 24 jam.
Facebook mengatakan, 450 juta basis pengguna WhatsApp saat ini telah menggunakan halaman `Status`.
Menurut laporan WSJ, WhatsApp akan mengenakan biaya antara US$0,005 (Rp71,7) dan $0,09 (Rp1.290) per pelanggan potensial.
Netflix dicurigai sebagai salah satu perusahaan yang tertarik menggunakan fitur ini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya