Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Foto: H&m.com
Dream - Brand fesyen dunia, H&M, selalu membuat inovasi pada koleksi terbaru yang diluncurkan tiap musim. Seperti kali ini, mereka menawarkan koleksi eksklusif yang berbeda dari sebelumnya.
Bagi label berbasis di Swedia ini, semua jenis bahan patut diperhitungkan dan bisa dibuat menjadi sesuatu yang indah. Tak terkecuali bahan Bionic, yakni kain poliester yang terbuat dari plastik daur ulang limbah pantai.
Koleksi terbaru bertema 'Beauty' yang berlanjut dari H&M 2017 ini sudah tersedia di 160 outlet H&M seluruh dunia.
"Untuk koleksi Conscious Exclusive tahun ini di H&M, kami tidak hanya memikirkan tampilan busana maupun cutting. Tapi juga bagaimana memberikan sesuatu yang tidak merusak alam. Ini adalah koleksi untuk menyenangkan semua indera kita," kata Head of Design and Creative Director H&M, Pernilla Wohlfahrt.
Koleksi terbaru ini terinspirasi dari keteduhan musim semi dengan jiwa yang tenteram. Rasa nyaman itu disebabkan bahan untuk lipatan gaun ini terbuat dari daur ulang sampah sehingga tidak merusak bumi.
"Koleksi Eksklusif H&M menunjukkan bagaimana tetap stylish namun memperhatikan Bumi. Sehingga bisa melindungi masa depan." kata Natalia, pendiri sebuah jaringan amal global melalui siaran pers yang diterima Dream.
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya